LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

Polisi Tangkap 4 Komplotan Penculik Bersenjata di Aceh Utara

IST
ACEH UTARA - Empat orang pria diduga komplotan penculik bersenjata di Aceh Utara, Aceh ditangkap polisi. Mereka diduga menculik M. Azwani (38) warga Kecamatan Cot Girek bulan lalu. 

Keempatnya berinisial S (60), N (31), G (35) dan B (36) ditangkap di Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Tersangka S yang juga tergolong kakek-kakek hingga ditangkap belum mengakui perbuatannya.

"Mereka kita tangkap Kamis kemarin. Mereka diduga melakukan penculikan dengan memakai senjata api terhadap M. Azwani, warga Gampong Alue Semambu, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Reski Kholiddiansyah kepada detikcom, Jumat (5/10/2018).

Penculikan itu terjadi pada 7 September lalu di jalanan Desa Alue Seumambu, Cot Girek. Saat kejadian korban yang sedang mengendarai sepeda motor bersama seorang temannya dicegat oleh 4 orang tak dikenal.

Mereka mengendarai mobil Avanza, dua diantaranya dilaporkan menggunakan senjata api yang memaksa korban naik ke dalam mobil pelaku. Setelah dimasukkan, wajah korban dipakaikan sebo dan matanya di tutup lakban sementara temannya seorang lagi ditinggal di lokasi bersama sepeda motor miliknya.

Setelah mengetahui kejadian itu, keluarga korban langsung membuat laporan ke Polres Aceh Utara. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para penculik tersebut di dua lokasi terpisah.
Awalnya, petugas menangkap tersangka S, selanjutnya menangkap 3 lainnya di tempat terpisah. Bersama ketiganya petugas menemukan 4 paket narkotika jenis sabu seberat 9,29 gram dan seperangkat alat isap. 

"Untuk korban sendiri, dia mengaku dibebaskan oleh dua orang yang tidak dikenal di tempat penyekapannya itu. Dia pun tidak kenal oleh para penculiknya itu. Kini para tersangka telah diamankan di Mapolres guna penyelidikan lebih lanjut terkait kasus penculikan dan kasus narkoba. Untuk motif dan senjata api yang digunakan sedang kita lakukan pengembangan. Sekarang kita masih di lapangan," sebut Reski.[Detik News]

Baca Juga