Lintasatjeh - Partai Nasional Aceh (PNA) merasakan gebrakan dahsyah dari partai poltitik lokal Partai Aceh bermain di tempat Pemungutan Suara (TPS). Caleg PNA daerah pemilihan 6 DPRK Aceh Utara merasa di curangi.
“Pemilu kali ini tidak benar, kenapa bisa mereka mengusai TPS dan menggiring masyarakat untuk memilih siapa yang mereka hendaki,” kata Anwar H Yusuf.
Mereka juga menganggap pemerintah bersama pengawas pemilu, Komisi Independen Pemilihan (KIP juga aparat keamanan tidak merespek pemilu damai. Banyak TPS di beberapa kecamatan di Aceh Utara tidak memiliki pengaman.
“Kita mendapatkan banyak laporan dari saksi TPS, banyak TPS yang tidak diamankan oleh pihak kepolisian,” tambah Anwar, seraya menuding pemilu legeslatif Aceh berlaku sepihak untuk partai aceh.
Kapolres Aceh Utara, AKBP Gatot Sujono SIK kepada wartawan membenarkan tidak semua TPS di jaga oleh pihak kepolisian dengan alasan personil yang dilibatkan dalam pengawasan pemilu lebih sedikit dari jumlah TPS yang ada.
“Personil Polres dengan TPS tidak sebanding. Yang melibatan anggota polisi 334 anggota saja, sementara banyaknya TPS di Aceh Utara mencapai 726 dibawah wilayah hukum Mapolres Aceh Utara,”kata Kapolres Aceh Utara. “Satu personil kita mengamankan 3 sampai 4 TPS,” tambahnya.
