![]() |
| Bersama anak-anak les (la/01) |
Hiruk pikuk pemilu 09 juli 2014 belum usai. Dua
kubu masih menjalankan visi-misinya masing-masing,
untuk mendapat simpatik dari masyarakat. KKN (red- kkn versi politik) adalah hal yang santer
dibicarakan, agar pemerintah yg
baru tidak lagi menjalankan praktik KKN seperti yang sudah sudah.
Suatu
hari ketika sedang les, seorang siswa bernama Tariq akbar anak kepdes di desa kami bertanya "Miss, KKN itu
apaa?" Dengan sigap saya langsung
menjawab "kkn itu kolusi, korupsi, dan nepotisme" dengan
wajah bingung Rafi teman les Tariq menambahkan
"apa itu miss? Aneh sekali
bahasanya".
Sambil
tersenyum saya memahami, memang istilah istilah yg seperti itu masih sangat awam, apalagi buat Tariq dan Rafi yang
masih duduk di bangku kelas 5 SD.
Melihat reaksi saya yg tersenyum, Shifa kembali menambahkan "kkn itu baik ya miss?".
"Kkn
itu adalah tindakan yang tidak terpuji, tindakan yg bisa merugikan bangsa, prilaku2 orang yg tidak mau bersaing
secara sehat..." Dengan
panjang lebas saya menjelaskan tentang praktikKKN yg terjadi bertahun
tahun di negara ini. Tariq, Rafi dan Shifa menyimak setiap kalimat yang saya sampaikan , sambil
sesekali mengerutkan dahinya.
Ketika
penjelasan saya sudah selesai. Qafi pun langsung menimpali "wah
rik, ternyata kakak2 yg datang menjumpah ayahmu
kemarin itu orang jahat". Agak
bingung taphp saya terus menyimak percakapan mereka "ia fi, padahal aku pikir mereka orang baik, penampilan mereka
pun rapi dengan almamaternya,
ternyata..,,,," jawab tariq dgn raut pesimis, "makanya don't judge a book by it's cover, jangan
nilai orang dari luarnya aja.jadi
salahkan menilainya" lanjv shifa.
"Tunggu
tunggu dulu, apasih yang kalian bicarakan" dengan raut wajah
yg masih bingung saya memotong percakapan mereka.
"Begini
miss, kemarin ada mahasiswa yg datang menjumpai ayah tariq. Mereka bilang mereka adalah mahasiswa kKN".
"Ooo..,,,,jadi
itu yang kalian tanyakan, waduh...miss salah persepsi, kalau mahasiswa yg kkn itu artinya mahasiswa yang mau
mengerjakan kuliah kerja nyata,
terjun kemasyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapat dikampus. Berbeda dengan km".
Berbeda
dengan kkn nya para petinggi negeri ini, kkn yang membawa
pengaruh
negatif bagi masyarakat".
Dengan
serentak mereka menjawab "oalah, ,, ternyata salah ya, kkn oh kkn".
Ditulis oleh tenaga pendidik di Unmuha, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Afli Handayani, ST



.jpg)





