-->








Ini Tanggapan PT. Arun NGL Soal Tuntutan Massa IKBAL

22 Oktober, 2014, 20.08 WIB Last Updated 2014-10-22T13:17:46Z
LHOKSEUMAWE - Massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) tak henti-henti melakukan aksi demontrasi di Kota Lhokseumawe. Aksi yang kesekiankalinya dilakukan warga juga belum berbuah hasil. Kepada para pendemo, pihak PT. Arun NGL hanya dapat berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka ke PT. Pertamina.

"Kami berusaha sesegera mungkin akan menyampaikan tuntutan pendemo ke PT. Pertamina. Hasilnya nanti akan kami sampaikan kembali," kata Wakil Humas PT. Arun NGL, Teddy Safari, Rabu (22/10/2014). Teddy mengatakan, pihaknya tidak dapat memberikan kesimpulan kapan tuntutan tersebut direspon oleh PT. Pertamina.

Aksi kesekiankalinya yang dilakukan massa yaitu melakukan unjuk rasa di halaman kompleks perusahaan vital itu. Aksi yang sama sebelumnya tidak terlalu parah, namun kali ini massa sempat merusak pagar perumahan PT. Arun NGL dan membakar bekas-bekas ban mobil dihalaman tersebut.

Kemarin, Selasa (21/10/2014), massa juga menggeruduk kantor Walikota Lhokseumawe. Namun, massa tidak leluasa bergerak karena pengamanan yang cukup ketat.

Seperti disampaikan Sekretaris IKBAL M. Zubir, tuntutan massa yakni meminta kepada PT. Arun untuk segera merealisasikan bantuan rumah dan lahan yang pernah dijanjikan perusahaan tersebut.

Zubir menyebut, warga yang merupakan eks Blang Lancang dan Rancong, Lhokseumawe, terus mendesak Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh dan PT. Pertamina untuk merealisasikan lahan dan fasilitas untuk relokasi 542 keluarga warga “korban” pembangunan Kilang LNG Arun tahun 1974 silam. (01/02)
Komentar

Tampilkan

Terkini