JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui ada delapan nama calon menterinya yang tidak diloloskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya delapan dari puluhan nama yang diserahkan ke KPK berpotensi tersangkut kasus korupsi.
"Kita sampaikan kepada KPK ada delapan nama yang tidak diperbolehkan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu siang (22/10). Saat memberikan keterangan, Jokowi didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, dan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman,
Namun, dia menolak menyebut nama-nama dan juga tidak memberikan latar belakang mereka, apakah dari partai politik atau profesional.
"Tidak bisa saya sebutkan nama," katanya.
Pada kesempatan itu, Jokowi mengimbau media lebih cermat dan berhati-hati menulis nama, karena ada beberapa media yang salah menuliskan nama-nama yang tak disetujuti KPK.
Saat ditanya pengumuman kabinet, Jokowi tidak menyebutkan secara tegas kapan dirinya akan mengumumkan kabinetnya.
"Secepatnya," kata Jokowi.
Jokowi menyatakan saat ini sedang menyeleksi nama-nama baru yang akan menggantikan delapan calon menteri yang berpotensi tersangkut korupsi. Sejumlah nama baru yang berasal dari kalangan profesional dan partai politik akan mengisi kekosongan itu. Setelah pos-pos di kementerian sudah terisi figur yang dinilai bersih oleh PPATK dan KPK, maka langsung diumumkan susunan kabinet periode 2014-2019.
"Pasti dicari penggantinya. Bisa saja hari ini diumumkan, kenapa tidak? Jawaban saya secepat-cepatnya. Begitu gol, langsung diumumkan," katanya. (beritasatu)



.jpg)





