-->








Lulu, Finalis World Muslimah yang Multitalenta

23 November, 2014, 08.47 WIB Last Updated 2014-11-24T08:02:38Z
JAKARTA - Wajah salah satu dari 25 Finalis World Muslimah 2014 yang berasal dari 15 negara ini mungkin tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Dia sudah wara-wiri di layar kaca. Pribadinya yang hangat membuat wanita ini banyak digemari. Saat menjalani karantina, banyak orang yang ingin berfoto bersamanya mulai dari remaja putri sampai dengan ibu-ibu.

"Idolanya ibu-ibu, ustadzah Lulu itu," ujar finalis lain menyebutnya. Lulu pun tersipu malu dibuatnya, Walaupun begitu tak ada rasa angkuh dari wajahnya. Senyum ramahnya selalu menghiasi wajah ayu wanita berusia 27 tahun ini.

"Saya masih belum ada apa-apanya, masih banyak kekurangan. Ikut ajang ini selain mendapat teman dari banyak negara, saya juga banyak belajar dari cerita dan pengalaman mereka. Kegiatan ini juga membuat saya memperbaiki kekurangan saya," kata Lulu Susanti.

Tak hanya pintar mengaji dan berdakwah, wanita lulusan Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (IPTIQ) Jakarta 2013 jurusan Tafsir of Alquran ini dikenal sebagai pendongeng atau story teller.

Kecintaannya pada dunia anak membuatnya belajar untuk menjadi pencerita yang baik. "Saya belajar, menghibur anak-anak itu menjadi kesenangan tersenidri untuk saya," kata wanita yang mengenyam pendidikan SMA di Daaruttaqwa Islamic Boarding School ini.

Saat bercerita, Lulu tidak sendiri. Wanita yang berdomisili di Depok, Jawa Barat ini selalu membawa boneka yang diberi nama Ina.

"Ina itu maksudnya Indonesia, supaya kental dan dekat saja dengan Indonesia. Dia pakai hijab, bonekanya pesan yang sesuai karakter. Tadinya sendiri kalau cerita tapi ternyata lebih seru dengan boneka, sekarang malah lebih terkenal Inanya," ujar Lulu kepada Dream.co.id di Yogyakarta, sambil tersenyum malu.

Ina selalu dibawanya kemana-mana. Di dalam koper dan tas. Sejurus, bila ada situasi yang memang menurutnya butuh pendongeng, Lulu langsung beraksi. Tema dongeng biasanya lebih tentang cerita-cerita islami. "Ina pakai hijab dan bajunya pun selalu disesuaikan dengan baju yang saya pakai," kata wanita yang baru menikah satu bulan lalu ini.

Selama karantina, ada hal yang menarik dari Lulu. Bila yang lainnya sibuk dengan selfie, wanita yang sudah mengeluarkan beberapa buku ini memainkan handycam.

"Aku senang sinematografi. Jadi ini aku mau jadikan film untuk dokumentasi pribadi. Saya membawa tiga handycam dan beberapa kartu memory, ini seru dan menarik sehingga saya memang harus mengabadikannya dengan video," kata Lulu.

Lulu berharap keikutsertaannya di ajang WMA ini bisa bermanfaat untuknya dan orang-orang di sekitarnya. "Semoga ini bisa memberikan manfaat untuk saya dan semuanya. Kami semua belajar di sini, memberikan yang terbaik. Dan bismillah karena Allah saya mengikuti ini," harap Lulu. (dream.co.id)








Komentar

Tampilkan

Terkini