-->

Mabes Anti Korupsi Sebut Abraham Samad Seperti Kebakaran Jenggot

14 Januari, 2015, 21.06 WIB Last Updated 2015-01-14T14:08:05Z
Komjen Pol Budi Gunawan. (ist)
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  selama ini menjadi lembaga superbody dan tidak lagi diragukan kredebilitasnya, namun bukan berarti KPK dapat menghalalkan segala cara dalam upaya menegakkan supremasi hukum di Republik Indonesia.

“Sehingga KPK mengesampingkan tata cara, aturan bahkan pedoman yang menjadi pegangan kita semua selama ini, yakni KUHAP. Hari ini jelas Pimpinan KPK Abraham Samad telah memporak-porandakan tatanan Hukum di Negara kita,” demikian disampaikan Ketua Mabes Anti Korupsi, Rahman, SH, di Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Menurutnya, bagaimana seorang dijadikan tersangka tanpa ada tahap awal pemanggilan, ataupun pemeriksaan saksi-saksi, dan penetapan tersangka kepada calon kandidat kuat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Komjen Pol Budi Gunawan, yang dinilai sangat bernuansa politis.

Kemudian dengan kedigdayaannya pula, Ketua KPK Abraham Samad melakukan langkah pencekalan terhadap Budi Gunawan pada hari ini, seakan-akan tak mau buruannya hilang.

“Sebenarnnya ada apa antara AS dan BG?,” tandasnya.

Sehingga, AS begitu bernafsu memburu Jenderal Polisi peraih Bintang Adhi Makayasa, lalu kemudian publik bertanya-tanya jika memang BG melakukan serangkaian praktik korupsi yang dituduhkan KPK, mengapa baru kali ini KPK sangat bernafsu memburunya. Sementara, selama ini dugaan kasus rekening mencurigakan ini ramai dibicarakan sejak tahun 2010 dan dalam rentang waktu yang amat panjang 2010-2014/15 KPK terlihat kalem dan 'cool' terhadap kasus ini. Namun kenapa baru sekarang ketua KPK AS cs terlihat seperti kebakaran jenggot-nya.

“Kami sangat mendukungmu KPK, bahkan sedikit saja kami hampir men-Tuhan-Kan Mu, namun jangan juga membuat kami menjadi kafir dan sesat atas semua praktik amoral perbuatanmu,” ucap Rachman.

Disatu sisi, ketika ramai beredar foto mesra mirip AS, AS seperti kalang kabut buru-buru mengklarifikasi seakan takut predikat 'Nabi-Nya' terciderai, padahal publik memahami akan ada ruang klarifikasi, setelah nanti para ahli telematika meneliti gambar tersebut, coba kita lihat, hal ini sangat berbeda dengan BG.

Lain halnya BG, ia justeru terlihat santai dan memanfaatkan ruang klarifikasi untuk menjelaskan duduk persoalan yang disangkakan atas dirinya seperti pagi sampai siang/sore hari pada fit and proper test di Komisi III DPR RI.

“Semoga publik bisa menilai semua ini sehingga dan Kasus ini bisa menjadi terang-benderang tanpa ada siapapun yang merasa dikriminalisasi,” tutup Rachman. [Habib Tgk Di Pase]
Komentar

Tampilkan

Terkini