-->

Sofyan: Kinerja Polres Aceh Utara Patut Dipertanyakan

22 Januari, 2015, 17.39 WIB Last Updated 2015-01-22T15:27:25Z
LHOKSUKON – Kasus penculikan yang menimpa terhadap salah seorang kader Partai Nasional Aceh (PNA) Aceh Utara, Darmuni, warga Peurupok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, sampai hari belum terungkap.

Sekretaris DPD PNA Aceh Utara, Sofyan, Kamis (22/1), menyesalkan terhadap kinerja Kepolisian Aceh Utara yang tidak professional dan terkesan melakukan pembiaran terhadap kasus kejahatan yang terjadi di Aceh Utara khususnya kasus Darmuni yang hilang sejak tanggal 14 Maret 2014 lalu.

“Kinerja Polres Aceh Utara patut dipertanyakan,” Sofyan menegaskan.

Seharusnya Kepolisian Aceh Utara melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk aksi kejahatan yang terjadi di Aceh Utara, sebab kasus penculikan ibi bukan saja dialami oleh kader partai, namun juga masyarakat biasa seperti kasus penculikan yang terjadi beberapa hari lalu terhadap M. Yani.

“Kalau dibiarkan terus seperti ini maka yang kita takutkan ketidaknyamanan masyarakat akibat gejolak ataupun ketidakstabilan politik dan ekonomi. Maka yang kita harapkan kepolisian Aceh Utara untuk menindak tegas terhadap segala bentuk kejahatan bukan malah melakukan pembiaran,” ucap Sofyan.

Terkait Darmuni, Sofyan sudah mendesak kepolisian untuk mengungkap pelakunya. Namun Polres Aceh Utara selalu beralasan tidak cukup personil dan bahkan mengatakan selalu gagal dalam melakukan pengejaran. Padahal menurutnya jika Polres Aceh Utara tidak cukup personil bisa meminta bantuan Polda atau juga TNI. [01]
Komentar

Tampilkan

Terkini