-->








FKPP-Aceh Minta Polisi Jangan Buat Aceh Seperti Masa Konflik

10 Februari, 2015, 15.29 WIB Last Updated 2015-02-10T10:13:15Z
Ist
LHOKSUKON - Koordinator Forum Komunikasi Pemberdayaan Pemuda Aceh (FKPP-Aceh), Rusli Muhammad, meminta aparat Kepolisian tidak arogan terhadap masyarakat. Hal tersebut disampaikan terkait peristiwa penganiayaan yang menimpa warga Aceh Utara beberapa hari yang lalu.

“Perbuatan itu menunjukkan aparat keamanan tidak lagi sebagai pengayom masyarakat,” tegas Rusli, kepada lintasatjeh.com, Selasa (10/2).

Rusli mengatakan, citra diri aparat polri yang profesional, cakap dalam bekerja dan harus tanggap melihat situasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Jangan malah arogan, karena itu akan membuat jarak dengan rakyat sendiri.

Baca Juga: (Aswadi Babakbelur Dianiaya Oknum Polisi Tanah Luas)

FKPP-Aceh, juga mengingatkan agar para pengayom masyarakat/hamba hukum agar mematuhi dan bersikap adil dalm menjalankan hukum. Aparat Kepolisian seharusnya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Koordinator FKPP-Aceh berharap kepada Kapolda Aceh Irjen Husen Hamidi, untuk  menindak tegas anggotanya yang nakal, demi tegaknya hukum di Indonesia khususnya di Aceh. Jadi jangan buat Aceh seperti masa konflik bersenjata di zaman darurat militer dulu. Sikap penindakan tegas terhadap oknum-oknum Aparat yang nakal harus ditindak agar ada efek jera pada setiap pelaku kesalahan.

Sebagai anggota Polri mestinya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat bukan malah sebaliknya yang terjadi di lapangan pada saat ini. Jangan hanya omongan saja yang dikeluarkan, tapi buktikan bahwa polisi jujur, disiplin dan adil.
“Jangan menjadi musuh masyarakat, tapi jadilah keluarga,” pungkas Rusli. [01]
Komentar

Tampilkan

Terkini