-->

RI-Malaysia Sepakat Selesaikan Masalah Perbatasan

06 Februari, 2015, 17.05 WIB Last Updated 2015-02-06T10:06:35Z
MALAYSIA - Untuk menyelesaikan perbatasan maritim kedua negara, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak sepakat membentuk komite teknis dan ketua juru runding.

“Soal perbatasan maritim sudah terlalu lama sehingga dengan adanya tim tersebut diharapkan bisa cepat diselesaikan,” kata Presiden Jokowi usai pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak di kantor Perdana Menteri, Putrajaya, Malaysia, Jumat (6/2).

Selain itu, kedua kepala pemerintahan juga juga membahas isu-isu bilateral yang menjadi prioritas seperti kerja sama perbatasan maritim, peningkatan perdagangan dan investasi, penanganan nelayan, pengiriman tenaga kerja serta membahas terkait pendidikan anak-anak untuk pekerja Indonesia di Sabah dan Serawak.

Mengenai penanganan nelayan yang masuk wilayah abu-abu (belum disepakati) maka nelayan itu tidak ditangkap, melainkan diusir  keluar dari wilayah abu-abu itu.

Namun, lanjut Presiden, jika nelayan masuk kawasan yang sudah jelas (teritorial) maka akan ditangkap serta mengadapi peradilan hukum masing-masing negara.

Indonesia juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para investor Malaysia, mulai investor jalan tol, infrastruktur kereta api, pelabuhan, bandar udara dan pembangkit listrik, untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Kedua kepala pemerintahan juga membahas masalah pengiriman tenaga kerja yang akan diupayakan melalui satu saluran sehingga perlindungan dan penanganannya bisa dilakukan bersama-sama.

Mengenai hal ini, Najib menyatakan Malaysia masih mengikuti perjanjian yang telah ditandatangan di Bali pada saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun Malaysia setuju untuk terus berunding sehingga diharapkan bisa melalui satu saluran.

“Jika dapat dibuat seperti itu, maka diharapkan pelatihan kepada calon tenaga kerja dapat diberikan lebih baik,” kata Najib. [suaramerdeka]
Komentar

Tampilkan

Terkini