-->

FPI Aceh ajak Masyarakat Bertanya kepada Ulama

01 April, 2015, 20.27 WIB Last Updated 2015-04-01T13:27:28Z
LHOKSEUMAWE - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tgk Muslem At-Tahiri, MA mengajak masyarakat Aceh supaya jangan malas bertanya pada ulama agar jangan terpengaruh dengan ajaran sesat. Selain masyarakat, pemerintah menurutnya juga harus bertanya pada ulama supaya jangan salah ketika memutuskan suatu perkara.

Hal itu disampaikannya terkait isu aliran sesat dan lembaga asing yang berkembang di kabupaten Aceh Utara, Rabu (1/4/2015).

Untuk itu, FPI mengajak seluruh masyarakat Aceh apabila terjadi bertentangan diminta untuk kembali ke ulama. Dirinya pun mengajak masyarakat Aceh agar jangan mudah terpengaruh dengan lembaga atau ajaran yang dinilai meragukan.

“Tanyakan kepada ulama, di sini kita kan ada instansi resmi seperti Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), tanya pada MPU supaya tidak terpancing dengan rayuan misionaris. Karena tidak ada ulama memberikan fatwa membabi buta, ulama memberikan fatwa atas kebaikan,” tegas Tgk Muslem At-Tahiri, MA, saat ditemui lintasatjeh.com, di kediamannya yang berada di komplek Dayah Darul Mujahidin, Blang Weu Panjoe, Blang Mangat, Lhokseumawe.
        
Dia menyebutkan, berkembangnya lembaga AUDEC menurutnya merupakan ajaran sesat, karena organisasi tersebut disinyalir telah  membodoh-bodohi warga dengan cara mengiming-imingi uang. 

“Penipuan sudah pasti, dan membodohi umat itu kan juga sesat! apalagi mereka minta kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) bahkan dikatakan ada gaji, ini jelas penipuan. Mereka bukan lembaga resmi Negara, jadi tidak mudah mengambil uang. Saya yakin mereka juga punya misi,” ujar Muslem.

Menurutnya, dengan adanya ajaran sesat sehingga masyarakat Aceh mudah terjadi perpecahan. Dirinya berpendapat kelompok bersenjata yang ada di Aceh hingga menewaskan dua Intel TNI Kodim 0103 Aceh Utara didukung oleh ajaran sesat untuk memecah belah masyarakat Aceh.

“Jadi pihak yang tidak senang dengan damai menciptakan aliran sesat, satu sisi ada kepentingan untuk menghilangkan rasa aman di Aceh, dilain sisi yahudi tidak senang dengan Islam, kafir tidak senang dengan Aceh damai, kelompok bersenjata dibantu oleh pihak yang  tidak ingin Aceh damai,” sebutnya. 

Tambah FPI, kelompok yang menyimpang dibiayai oleh yahudi. Pihak yang ingin menggagalkan syariat di Aceh menurutnya terus diganggu. Padahal Aceh modal Indonesia. Hari ini syariat Islam di Aceh dikhwatirkan, karena itu FPI ingin mengembalikan Indonesia bersyariah, FPI tidak salah untuk menuntut NKRI bersyariah, karena  Islam di Aceh sdah lemah.

“Tapi kita tidak takut karena di Aceh masih ada ulama yang iklas untuk memberikan ilmu,” kata Muslem. [pin]
Komentar

Tampilkan

Terkini