-->

Pengakuan Wanda Soal "Fitnah" Sekretaris Dishutbun Atim

04 April, 2015, 21.39 WIB Last Updated 2015-04-04T16:00:12Z
ACEH TIMUR - Seorang warga Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, bernama Wanda mengaku 'terkejut' ketika dirinya diberitakan oleh beberapa media online terkait pengakuan dari Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur, Ibrahim SP.

"Bahasa 'fitnah' yang disebarkan oleh Ibrahim terlalu mengada-ngada dan sangat memojokkan diri saya," ungkap Wanda saat dikonfirmasi pihak wartawan, Selasa (31/03) lalu.

Menurut Wanda, pada saat bertemu dengan Ibrahim diruang kerjanya, pada hari Selasa, 10 Maret 2015 kemarin, dirinya menyampaikan informasi kepada Ibrahim bahwa beberapa tahun yang lalu pernah terlanjur salah sangka terhadap wartawan bernama Zulfadli Idris

"Waktu itu, saya pernah menuduh bahwa Zulfadli adalah salah satu wartawan yang turut mempublikasikan permasalahan yang terjadi pada program penanaman pohon sawit di Seunebok Bayu, Kecamatan Indra Makmu," ujarnya sembari mengatakan ternyata setelah saya selidiki tentang perihal tersebut, tuduhan saya terhadap Zulfadli tidaklah benar dan kemudian saat itu saya berusaha menjumpai Zulfadli, lalu meminta ma'af atas kesalahan saya tersebut.

"Jujur saya katakan bahwa pada saat saya bertemu Ibrahim kemarin, saya tidak pernah menyampaikan pada Ibrahim bahwa saya pernah 'ingin' menendang Zulfadli. Percayalah, bahasa tersebut hanyalah bahasa yang telah ditambah-tambah oleh Ibrahim sendiri," bebernya.

Wanda juga menjelaskan bahwa yang membuat dirinya heran saat ini adalah kenapa Ibrahim berani menyebarkan berita tersebut kepada orang lain, lalu setelah bahasa yang disebarkan tersebut merebak dibeberapa media online, Ibrahim terkesan gelagapan dan menyampaikan kepada saya (melalui telepon seluler_red) bahwa wartawan telah mengadu domba Ibrahim dengan saya.

"Untuk permasalahan ini, saya sangat berharap semoga antara saya dengan Ibrahim dan juga Zulfadli Idris bisa segera duduk bersama dalam upaya mencari jalan penyelesaian dengan cara yang arif serta bijaksana," demikian pinta Wanda.

Saat dijumpai oleh beberapa wartawan diruang kerjanya, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur, Ibrahim SP, sedang tidak berada ditempat dan ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Ibrahim mengaku sedang berada di Peureulak, lalu mematikan telepon selulernya.

Sementara itu, Zulfadli Idris kepada lintasatjeh.com, Sabtu (4/4), menyampaikan kalau saat ini Sekretaris Dishutbun Atim, Ibrahim SP, sudah salah kaprah dan mau 'tidak' mau, dia harus siap untuk menanggung resiko atas segala kesalahan yang pernah dia perbuat.

"Harus bersikap arif dan bijaksanalah sebagai seorang pejabat," ungkapnya. [ar]
Komentar

Tampilkan

Terkini