-->

Amerika Serikat Sumbang 5 Juta Dollar untuk ICCTF

23 Juni, 2015, 21.55 WIB Last Updated 2015-06-23T14:55:40Z
IST
JAKARTA Pada 19 Juni, Direktur Badan Pembangunan Internasional Pemerintah AS (USAID) Andrew Sisson dan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Dewan Wali ICCTF Endah Murniningtyas menandatangani sebuah kesepakatan senilai lima juta dolar AS untuk Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF).

Bantuan ini akan mendanai program-program perubahan iklim yang dijalankan oleh LSM-LSM Indonesia.  

"Indonesia menghadapi berbagai ancaman yang luas terkait dengan perubahan iklim.  Mulai dari perubahan pola cuaca yang mempengaruhi produksi pangan hingga naiknya tinggi permukaan laut yang mengancam terjadinya banjir di kawasan pesisir,” kata Direktur USAID Sisson.

“USAID bangga mendukung Indonesian Climate Change Trust Fund dan akan meneruskan sejarah kami dalam bermitra dengan pemerintah Indonesia dalam menangani tantangan-tantangan global. Perubahan iklim adalah prioritas global bersama yang membutuhkan aksi dari pemerintah, perusahaan swasta, LSM, masyarakat, dan sungguh mengesankan bahwa pendanaan ini melibatkan semua pemangku kepentingan tersebut.” 

ICCTF mengumpulkan dan mengatur pendanaan dari berbagai macam sumber seperti penyandang dana internasional, pendanaan iklim multilateral, dan juga dari Pemerintah Indonesia guna mendukung serta mendanai program-program dan kebijakan-kebijakan perubahan iklim.  ICCTF adalah salah satu dari dua macam dana perwalian yang dikelola secara nasional di dunia yang khusus dialokasikan untuk mengatasi perubahan iklim sehingga dipandang sebagai contoh bagi banyak negara berkembang dan berpenghasilan tingkat menengah.  

“Kontribusi ini menunjukkan bahwa mitra internasional seperti Amerika Serikat memiliki peranan penting terhadap upaya Indonesia dalam proses transisi menuju perekonomian yang rendah karbon dan beradaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar Deputi Menteri Murniningtyas, kepada lintasatjeh.com, Selasa (23/6/2015).

Indonesia bukan saja penghasil gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim, melainkan juga berada di antara negara yang paling rentan terkena dampak dari perubahan iklim. Bank Pembangunan Asia memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat mengakibatkan kerugian ekonomi di kisaran 2-7% untuk Produk Domestik Bruto tahunan di akhir abad ini.

Dukungan USAID terhadap ICCTF hanyalah salah satu dari berbagai prakarsa perubahan iklim yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Amerika di Indonesia, yang menunjukkan cakupan bentuk kerjasama di bawah kemitraan komprehensif AS dan Indonesia. Pada 2015, USAID telah menginvestasikan lebih dari 38 juta dolar AS untuk program lingkungan hidup di Indonesia.

Dengan kerjasama ini, pihaknya memastikan bahwa generasi saat ini dan yang akan datang akan terus mendapatkan manfaat dari kekayaan alam Indonesia dan menikmati hidup di lingkungan yang lebih bersih dan sehat.[Redaksi]
Komentar

Tampilkan

Terkini