-->

Bukti Kejahatan Perang Dibeber di Sidang PBB, Israel Murka

30 Juni, 2015, 10.26 WIB Last Updated 2015-06-30T03:26:45Z
JENEWA - Pemerintah Israel murka di sidang PBB di Jenewa. Musababnya, berbagai bukti kejahatan perang militer Israel di Gaza tahun 2014 dibeber Dewan HAM PBB.

Duta Besar Israel untuk PBB, Eviator Manor, menyebut laporan kejahatan perang militer Israel yang dibuat Komisi Penyelidik PBB itu sebagai laporan yang “cacat moral”.

”Saya di sini dan tidak di sana, karena Dewan HAM telah meninggalkan keadilan, telah menjadi cacat moral dan telah sepenuhnya dipolitisasi oleh kepedulian terhadap HAM universal,” kata Manor kepada wartawan di luar sidang PPB di Jenewa.

”Ini bukan Dewan HAM. Ini adalah Dewan Hak Asasi Manusia Palestina,” kesal dia. Lantaran tak terima dengan laporan itu, Israel memboikot sidang PBB.

Menurut Reuters, Selasa (30/6/2015) sidang selama tiga jam kemarin juga diwarnai debat. Pemimpin sidang PBB di Jenewa bahkan menegur duta Arab Saudi dan Venezuela yang menyebut Israel sebagai “rezim rasis” dan pihak yang melakukan “agresi genosida”.

Sebelumnya, Kepala Komisi Penyelidik PBB untuk Perang Gaza 2014, Mary McGowan Davis, menyuguhkan laporan hasil penyelidikan komisi itu.

“Pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional dan HAM Internasional oleh Israel dan kelompok bersenjata Palestina, dalam beberapa kasus kejahatan perang besar,” kata Davis. Dalam perang Gaza 2014 antara Hamas dan Israel, lebih dari 2.140 warga Palestina, yang mayoritas warga sipil tewas. Sedangkan dari pihak Israel sekitar 73 orang tewas yang rata-rata tentara.

Laporan komisi itu mengecam penggunaan senjata berat oleh Israel di Gaza yang digunakan untuk menghancurkan bangunan tempat tinggal dan sekolah milik PBB di Gaza. ”Laporan mempertanyakan apakah kebijakan serangan terhadap sipil telah disetujui secara diam-diam oleh para pengambil keputusan di tingkat tertinggi dari pemerintah Israel,” ujar Davis.

Laporan itu juga mengutuk aksi militan Hamas yang secara sembarangan menembakkan ribuan roket ke wilayah Israel. Serangan itu dianggap sebagai teror terhadap warga sipil Israel.

Perwakilan Palestina untuk PBB, Ibrahim Khraishi, memuji laporan itu. Namun, dia mengeluhkan bahwa keseimbangan laporan itu masih palsu. ”Bahasa laporan tersebut tidak mempertimbangkan bahwa konflik tidak seimbang. Kerugian tidak tak terhitung,” katanya kepada Dewan HAM PBB.[Sindonews]
Komentar

Tampilkan

Terkini