-->

GRAM: Polisi Harusnya Melindungi dan Mengayomi Rakyat!

07 Juni, 2015, 21.21 WIB Last Updated 2015-06-07T14:22:11Z
Oknum Polisi menutup wajahnya saat dijepret. (Foto: Dok)
BANDA ACEH - Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Aceh Membangun (LSM-GRAM), sangat menyayangkan sikap Anggota Kepolisian yang masih mengedepankan arogansinya dalam bertugas.

Demikian dikatakan Direktur LSM GRAM, Muhammad Azhar, kepada lintasatjeh.com, Ahad (7/6/2015) menanggapi sikap Polisi Lalulintas Aceh Utara, saat melaksanakan razia kendaraan bermotor.

Lanjut Azhar, Polisi seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, bukan malah sebaliknya. Dalam menjalankan tugasnya, Polisi juga harus mengedepankan sopan santun terhadap pengendara saat memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotornya, meskipun ada pengendara yang melanggar.

"Bukan malah bersikap arogan, dan meminta uang. Ini kan sama saja dengan preman yang meminta uang pada masyarakat ketika masyarakat melewati pos Preman, tetapi ini preman plat merah yang berseragam dan dilindungi hukum," tandas lulusan Sekolah Demokrasi Aceh Utara (SDAU) ini.

Menurut Azhar, hal ini menjadi masalah besar bagi masyarakat, dimana Polisi yang digaji oleh rakyat untuk melindungi rakyat sebagai penegak hukum, bukan malah jadi "Predator Rakyat" dan melanggar hukum.

Azhar menambahkan, banyak sekali anggapan-anggapan negatif masyarakat terhadap Polisi khususnya Polantas, dan bahkan masyarakat umumnya mereka takut pada Polisi dan ini sangat jauh dari harapan rakyat dimana seharusnya Polisi jadi mitra masyarakat yang melindungi dan mengayomi masyarakat, malah menjadi musuh masyarakat.

Untuk itu, GRAM meminta Kepolisian Daerah Aceh untuk segera menindak anggotanya yang nakal dalam menjalankan tugasnya di lapangan.[Redaksi]
Komentar

Tampilkan

Terkini