-->

Ketika LintasAtjeh.com Diintervensi Oknum Wartawan Soal Pemberitaan 'Asiong'

28 Juni, 2015, 09.31 WIB Last Updated 2016-08-01T16:24:39Z
Rentetan pemberitaan yang dipublikasikan Media Online lintasatjeh.com akhir-akhir ini, diduga telah melibatkan para oknum pejabat eksekutif serta legislatif, terkait konspirasi jahat dan dugaan pencurian uang negara pada program ganti rugi tanah milik Asiong di Kebun Tengah, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Publikasi tersebut, telah membuat oknum yang diduga terlibat "merasa" tidak nyaman bahkan terkesan ada yang berang tak menentu. Terbukti ketika dikonfirmasi persoalan tersebut, beberapa pejabat melakukan aksi pura-pura tidak tahu, mengeluarkan jurus menghindar atau bahkan mematikan dan atau mengganti nomor kartu handphonenya. Terang saja, selain menghalang-halangi tugas wartawan, oknum pejabat ditengarai menghambat kinerjanya untuk melayani masyarakat, bahkan saat ini oknum-oknum tersebut jarang masuk kantor.

Dikabarkan juga bahwa saat ini para oknum pejabat yang terindikasi terlibat dalam kasus siluman tersebut diduga telah melakukan manuver dengan para antek-anteknya yang mungkin (sudah dibeli) untuk mempeti"es"kan kasus ini.

Salah satu manuver yang sengaja mereka munculkan yakni pasca dipublikasikannya berita yang berjudul : Ini Jurus "Mengelak" Ala Sekda Aceh Tamiang Terkait Kasus Ganti Rugi Tanah Milik Asiong, edisi Selasa (23/6/2015) kemarin. Salah seorang oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara, yang diduga kuat sebagai antek-antek Sekdakab Aceh Tamiang, menghubungi wartawan lintasatjeh.com melalui telepon selulernya.

Salah seorang oknum wartawan tersebut menghubungi wartawan lintasatjeh.com, melalui telepon selulernya pada hari Rabu, 24 Juni 2015, sekira pukul 16.27 WIB. Karena saat itu, wartawan lintasatjeh.com, sedang mengendarai sepeda motor menuju ke arah Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, maka saat itu panggilan telepon dari oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara, tidak sempat terangkat.

Namun, menjelang satu menit kemudian, tepatnya sekira pukul 16.28 WIB, wartawan lintasatjeh.com, menghentikan sejenak sepeda motornya dan segera menghubungi kembali oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara tersebut, melalui telepon selulernya.

Saat dihubungi, oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara tersebut hanya mengatakan bahwa dia hanya mau mengetest "apakah" nomor telepon seluler wartawan lintasatjeh.com, aktif atau tidak. Lalu menanyakan posisinya waktu itu.

Pada kesempatan itu, oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara tersebut menyampaikan salut dengan berita yang berjudul : Ini Jurus "Mengelak" Ala Sekda Aceh Tamiang Terkait Kasus Ganti Rugi Tanah Milik Asiong.

Selanjutnya pada hari Kamis, 25 Juni 2015, sekira pukul 10.43 WIB, oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara tersebut kembali mengirim pesan melalui BlackBerry Messenger (BBM) yang berbunyi : Soal tanah hati-hati bos, nanti masuk lobang.

Tragisnya lagi, oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara tersebut nekad menyarankan kepada wartawan lintasatjeh.com agar tidak "MENGHAJAR" Sekdakab Aceh Tamiang. Dia menyuruh agar Sekdakab Aceh Tamiang dijadikan "KAWAN" dan jangan dijadikan "LAWAN".

Apa korelasi oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara itu dengan kasus indikasi mark up itu? Apa tujuannya, kenapa kasus yang sudah heboh dan sudah memasuki tahap penyidikan pihak Kejari Kuala Simpang justru tidak dipublikasikan sendiri di media tempat oknum wartawan itu bekerja untuk kepentingan publik? Mereka Justru oknum wartawan itu diduga sudah lalai dan tidak paham lagi tentang tugas pokok dan fungsinya sebagai wartawan. Mungkin oknum wartawan itu telah lupa tentang UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Lintasatjeh mengangkat berita tentang Sekdakab Aceh Tamiang bukan dalam kapasitas mencari lawan ataupun kawan, tapi sudah menjadi kewajiban untuk memberikan keterbukaan informasi publik. Hal ini sejujurnya sudah dipahami oknum wartawan tersebut, bahwa untuk menyajikan keakuratan informasi harus digali dari pihak-pihak terkait. Namun, publik saat ini harus tahu bahwa diduga ada oknum wartawan yang sudah diperalat bahkan patut diduga menjadi kroni oknum-oknum yang selama ini bermain soal usulan siluman ganti rugi lahan milik Asiong.

Oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara tersebut, justru semakin menjadi dengan menyampaikan komentar : Kamoe asai raseki ramah ju bos. Hana mejak pethen ide bos (Kami asal rezeki hembat aja bos. Nggak akan pasang ide bos_red).

Patut diduga, oknum wartawan media harian ternama dari Sumatera Utara itu berupaya melakukan intervensi dan intimidasi terhadap sesama wartawan dan ini terjadi karena selama ini banyak yang sudah dibungkam kebebasan persnya oleh oknum-oknum pejabat yang saat ini diduga tersandung kasus.

Namun demikian, lintasatjeh.com tidak akan takut dan surut meskipun mendapatkan intervensi, intimidasi atau bahkan ancaman dalam mempublikasikan kasus ini. Bumi Raja Muda Sedia adalah tumpah darah, tanah tempat kelahiran wartawan lintasatjeh.com, bahkan Abah, Atok dan Andongnya juga bersemayam di tanah Tamiang. Semua saudara dan handai taulan berada disana.

Silakan seluruh publik menilai, dengan adanya upaya oknum-oknum yang menjadi aktor dugaan mark up ganti rugi lahan milik asiong ini, lintasatjeh.com berharap kepada seluruh elemen masyarakat, LSM, Pegiat anti korupsi, Pemuda dan Mahasiswa silakan mengawal kasus ini hingga tuntas. Sedangkan lintasatjeh.com serta media-media lain tidak dibungkam kebebasan persnya untuk kepentingan informasi publik. Semua yakin, bahwa bukan hanya lintasatjeh.com saja yang diintevensi dan diintimidasi, tapi sumber-sumber yang selama ini telah memberikan kesaksiannya secara jujur untuk publik pasti tidak terlepas dari upaya itu.

Oleh karenanya, tidak akan ada hantu manapun yang dapat merayu lintasatjeh.com untuk menjajah tumpah darah Bumi Raja Muda Sedia. Ingat itu!!! Jangan biarkan markus-markus membeli anda dengan "RECEH" dan harus mengorbankan masyarakat dengan melakukan konspirasi jahat!!

Untuk diketahui perjalanan kasus dugaan mark up ganti rugi lahan milik Asiong yang telah ditelusuri dan dipublikasikan lintasatjeh.com antara lain :



















Penulis : Zulfadli Idris (Wartawan lintasatjeh.com)
Komentar

Tampilkan

Terkini