-->

Pemerhati Sosial Masyarakat Minta Wartawan Jangan Mau Diperalat Oknum

28 Juni, 2015, 16.01 WIB Last Updated 2015-06-28T23:20:21Z
BANDA ACEH - Pemerhati Sosial Masyarakat Aceh memberikan komentarnya terkait perilaku oknum wartawan yang justru mengintervensi media online lintasatjeh.com dengan adanya pemberitaan yang mengangkat dugaan mark up yang mengarah kepada tindak pidana korupsi pada program ganti rugi lahan untuk pusat pasar tradisional milik Asiong di Kebun Tengah, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Korelasinya apa, kok oknum wartawan itu nekad mengarahkan agar lintasatjeh.com menjadikan "KAWAN atau LAWAN" Sekda Aceh Tamiang setelah ada publikasi berjudul Ini Jurus "Mengelak" Ala Sekda Aceh Tamiang Terkait Kasus Ganti Rugi Tanah Milik Asiong," demikian dikatakan Boyhakki, SH kepada lintasatjeh.com melalui releasenya, Minggu (28/6/2015).

Kata dia, oknum wartawan itu seharusnya menulis besar-besar di medianya kalau perlu headline tentang kasus yang saat ini menjadi pergunjingan karena diduga beberapa oknum pejabat eksekutif dan legislatif terlibat.

"Seharusnya wartawan itu, bisa memberikan segala informasi kepada publik bukan justru menutup-nutupinya apalagi terlibat persekongkolan untuk me"86"kan kasus tersebut dengan oknum pejabat yang berwatak korup," ujarnya.

"Bukankah lintasatjeh.com sudah mengulas informasi yang cukup akurat dari mantan Kadisperindagkop Aceh Tamiang bahwasanya ada konspirasi jahat diantara oknum-oknum pejabat eksekutif dan legislatif," pungkasnya seraya mengatakan jangan sampai kasus ini mengendap. Anggota Forum Komunikasi Pemberdayaan Pemuda Aceh (FKPP-A) ini juga menyatakan kesiapannya dengan elemen lainnya untuk mengawal kasus mark up ganti rugi lahan Asiong hingga tuntas.[Redaksi]
Komentar

Tampilkan

Terkini