-->

Kasus Tolikara Ujian Aparat Kepolisian

30 Juli, 2015, 21.48 WIB Last Updated 2015-07-30T14:48:45Z
JAKARTA - Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Timur mengecam keras terjadi nye insiden pembakaran ruko dan tempat ibadah di Kabupaten Tolikara Papua beberapa waktu lalu.

PMII juga meminta pemerintah untuk segera mengusut tuntas masalah itu sampai ke akar-akarnya. Hal itu penting guna mencegah merembetnya konflik agama ke daerah-daerah lain.

PMII menyuarakan itu dalam aksi damai yang berlangsung di Jakarta, siang tadi (Kamis, 30/7).

Abuyy, korlap aksi PMII mengatakan, peristiwa Tolikara cukup mengejutkan. Sebab, selama ini di Papua tidak pernah terdengar kabar adanya konflik karena perbedaan agama.

"Yang saya dengar justru kehidupan beragama di Papua cukup bagus dimana toleransi antar umat beragama terjalin dengan baik. Umat muslim maupun non muslim, baik dari pendatang maupun warga asli, terlihat rukun dan membaur dengan baik,” tambahnya.

Abuyy meminta pihak-pihak yang memainkan sentimen agama untuk berpikir ulang, karena Indonesia merupakan bangsa yang majemuk.

Pihak aparat keamanan juga diminta menyelidiki keterlibatan pihak asing. Abuyy bilang, bisa saja orang asing ini mempunyai misi untuk menghancurkan Papua dengan memecah belah warga yang sudah hidup rukun.

"Bisa jadi memang pembuat skenario menginginkan adanya konflik antar agama di Indonesia. Ini harus diwaspadai. Karena jika sudah terjadi konflik agama, luka itu akan sulit untuk disembuhkan dan memakan waktu yang lama untuk kembali normal," terangnya.

PMII secara khusus memberi apresiasi kepada aparat keamanan yang secara cepat melakukan pendekatan-pendekatan kepada tokoh-tokoh muslim agar persoalan Tolikara ini tidak merembet ke daerah lain.

"Jika masih ada saudara-saudara umat muslim yang ingin menjadikan Tolikara sebagai  ladang jihad, sebaiknya diurungkan saja. Percayakan kepada aparat yang akan menangani kasus ini sesuai dengan hukum. Ini sekaligus ujian bagi aparat kepolisian, agar tidak dicap diskriminatif dalam mengusut kasus-kasus yang melibatkan pemimpin agama,” pungkasnya. [rmol]
Komentar

Tampilkan

Terkini