-->

Rumah Tangga Asiong Diterpa Prahara Terkait Kasus Ganti Rugi Lahan

08 Juli, 2015, 22.35 WIB Last Updated 2015-07-08T16:19:19Z
ACEH TAMIANG - Kasus dugaan mark up ganti rugi lahan milik Asiong untuk lokasi pembangunan pasar tradisional semakin merembet ke permasalahan pribadi.

Pasalnya, saat ini muncul isu dari keluarga Asiong yang sampai hari ini masih berusaha bungkam dan tidak pernah bersedia dikonfirmasi mengenai permasalahan ganti rugi lahannya di Kebun Tengah senilai 2,5 Milyar.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada lintasatjeh.com, Rabu (8/7/2015), menjelaskan bahwa saat pencairan uang ganti rugi lahan pasar tradisional beberapa bulan yang silam, justru Asiong berupaya menipu isterinya. Asiong mengatakan kepada isterinya bahwa uang ganti rugi tersebut belum dicairkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Dan untuk melancarkan aksi "tipu-tipu" itu, Asiong pada saat itu meminta tolong kepada Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ir. Rusman, agar bersedia membohongi isterinya apabila menanyakan tentang masalah pencairan dana ganti rugi lahan di Kebun Tengah.

"Rusman saat itu menyetujui permintaan "bulus" sang pemilik tanah Asiong. Diduga Asiong mempergunakan uang tersebut untuk berfoya-foya," beber sumber.

Tragisnya, beberapa waktu yang lalu ketika isteri Asiong mendapatkan panggilan dari Kejaksaan Negeri Kuala Simpang, barulah isteri Asiong mengetahui bahwa dana ganti rugi tanah di Kebun Tengah, Desa Bukit Rata, sudah lama diterima oleh suaminya (Asiong_red).

"Isteri Asiong baru menyadari bahwa selama ini dirinya telah ditipu oleh suaminya," terang sumber lagi.

"Karena merasa ditipu, isteri Asiong sempat ngamuk besar kepada dan kabarnya isteri Asiong sempat berang juga kepada Ketua DPRK Aceh Tamiang," demikian ungkap sumber.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Asiong tidak mengangkatnya. Demikian juga Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ir. Rusman, hingga berita ini ditayangkan, telepon selulernya bernomor 08526024XXXX tidak aktif.[Redaksi]
Komentar

Tampilkan

Terkini