-->

‎Tiga Calon Pengganti Pangdam Jaya

29 Juli, 2015, 22.25 WIB Last Updated 2015-07-30T07:31:28Z
JAKARTA - Mayjen Agus Sutomo telah bergeser posisi dari Pangdam Jaya menjadi Komandan Kodiklat TNI AD. Spekulasi penganti mantan Danjen Kopassus tersebut mulai bermunculan. Ada tiga perwira tinggi yang memiliki peluang untuk duduk sebagai Pangdam Jaya.

Informasi yang dihimpun di kalangan TNI AD, terdapat tiga nama yang memiliki peluang tinggi duduk sebagai Pangdam Jayakarta. Ketiga nama tersebut adalah Mayjen TNI Andika Perkasa yang saat ini menduduki jabatan sebagai Komandan Paspampres, Mantan Kasdam Kodam Jayakarta Mayjen TNI Teddy Lhaksmana W.K yang kini menduduki posisi Sahli Bid Hankam BIN, serta yang terakhir ada satu nama yang selama ini tidak pernah disebut media yakni Pangdiv 1 Mayjend TNI Lodewyk Pusung. 

Saat dikonfirmasi terpisah, Kadispenad Brigjen Wuryanto membenarkan ketiga nama tersebut masuk dalam bursa jabatan Pangdam Jayakarta. Meski begitu ia enggan merinci nama dari ketiga perwira tinggi tersebut.

"Iya betul ketiga nama tersebut masuk dalam calon jabatan pangdam, yang pasti untuk menduduki posisi Pangdam Jayakarta. TNI akan memilih prajurit terbaik," ujar Wuryanto kepada detikcom, Rabu (29/7/2013).

Wuryanto mengatakan hari Jumat (31/7) akan dilakukan Sertijab Pangkostrad, Komandan Kodiklat TNI AD, Panglima Kodam, Danjen Kopasus dan Kepala Balakpus TNI AD di lapangam hitam Kostrad, Cilodong, Depok. Meski begitu untuk posisi Pangdam Jayakarta hingga kini masih dikosongkan.

"Sertijab jumat Danjen Kopasus termasuk Pangdam Jayakarta Pak Agus Sutomo sebagai Kodiklat TNI AD. Ya paling tidak setelah itu setelah itu akan keluar namanya yang tinggal hitungan hari. Cuma berapa hari ya bisa 2 hari sampai 7 hari mungkin bisa sampai 30 hari, yang jelas posisi Pangdam Jayakarta tidak boleh kosong terlalu lama," ujarnya.

Pangdam Jayakarta akan ditempati oleh Mayjen Andika Perkasa, lantaran sebagai menantu Hendropriyono yang juga pernah menjadi Panglima Kodam V/Jaya 1993-1994. Selain Andika, ada satu nama yang dikabarkan sebagai kuda hitam yakni Pangdiv 1 Kostrad, Mayjen Lodewyk Pusung. Perlu diketahui Panglima TNI dan KSAD berasal dari satuan Kostrad.

"Semua punya kelebihan masing-masing, artinya jabatan Pangdam Jayakarta memiliki posisi penting karena letak yang sangat strategis sebagai barometer nasional baik dari politik, keamanan dan ketahanan pangan, kalau ada yang menduga yang akan menduduki posisi silakan saja. Yang jelas prajurit yang dipilih yang terbaik dari terbaik," paparnya.

Wuryanto mengatakan semua periwra tinggi berbintang dua memiliki peluang yang sama sebagai Pangdam Jayajarta. Pada prinsipnya kapasitas DKI Jakarta memiliki kekhususan sendiri.

"DKI Jakarta sebagai barometer nasional dalam bidang apapun sehingga yang dipilih yang terbaik dari terbaik. Sabar saja nanti kalau sudah keluar namanya akan kita umumkan," tandasnya.[Detik]
Komentar

Tampilkan

Terkini