BANDA ACEH - Lembaga Reseach and Development Aceh (RADA) bekerja
sama dengan Ditjend Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri
melaksanakan kegiatan seminar wawasan kebangsaan yang bertema "Ideologi
transnasional versus ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara" di aula Kesbangpol dan Linmas Aceh, Sabtu (21/11/2015).
Seminar
ini menghadirkan empat orang pemateri yaitu, Adli Abdullah, M.Si, Kolonel Ahmad
Husein, Mufied Alkamal, S.Sos.I, SE dan Nasir Zalba, SE. Kegiatan diikuti oleh
perwakilan dari masing-masing organisasi paguyuban kabupaten/kota di Aceh.
Delki
Nofrizal Qutni selaku ketua panitia pelaksana mengatakan kegiatan ini
diharapkan mampu untuk menambah wawasan dan memperkuat kapasitas pemuda Aceh
dalam kehidupan bernegara dan kami juga berharap kedepan lebih banyak lagi
kegiatan yang tujuannya untuk memperkuat wawasan dan peran pemuda.
"Apalagi
sasaran empuk pengembangan doktrin ideologi transnasional yakni daerah paling
ujung seperti Aceh, dan kalangan pemuda yang dianggap masih begitu mudah
terpengaruh. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya terintegrasi dalam
mengantisipasi pengembangan ideologi ini di Indonesia," ujarnya.
Ia
berharap ke depan pemerintah pusat akan mengucurkan berbagai program untuk
penguatan dan pembinaan kepemudaan di Aceh. Hal ini penting untuk meminimalisir
lahirnya benih konflik baru yang ditakutkan akan mengarah kepada generasi muda
di bumi Serambi Mekkah.[Red]




.jpg)




