LHOKSUKON - Rencana pembelian puluhan unit mobil baru untuk
sejumlah dinas dan instansi yang ada dalam kabupaten Aceh Utara yang mencapai
miliaran rupiah terus menuai protes dari berbagai elemen masyarakat.
Ketua
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Ismail A Jalil, SE, yang dihubungi
mengatakan, mahasiswa yang melakukan aksi di depan Gedung DPRK Aceh Utara itu salah
paham.
Padahal
menurut Ismail A Jalil, mobil yang akan dibelikan tersebut untuk kelengkapan Anggota
DPRK yang jumlahnya 10 unit selebihnya untuk eksekutif.
“Mobil untuk untuk
DPRK cuma 10 unit, diperkirakan menghabiskan anggran Rp 2,60 juta. Karena sudah
setahun mobil Dewan tidak layak pakai. Jika
dihitung hitung, biaya pemeliharan lebih mahal daripada beli mobil lain,
yaitu sekitar Rp3 miliar lebih. Sehingga kita berencana beli mobil baru,”
kata pria yang akrab disapa Ayah Wa kepada wartawan, Jumat (27/11/2015).
Sebagaimana
diketahui, legislatif menganggarkan APBK-P 2015 untuk pengadaan mobil dinas
DPRK Aceh Utara sebanyak 10 unit dengan anggaran Rp.2.250.000.000.
Dilanjutkan
dengan pengadaan mobil lainnya diantaranya, mobil dinas untuk kajari dengan
anggaran, Rp.510.000.000, mobil dinas untuk kapolres Rp.480.000.000,
mobil dinas untuk dinas pengairan Rp.400.000.000, mobil dinas untuk Cipta Karya
Rp.400.000.000.
Ditambah
lagi mobil untuk dinas kabag hukum sekdakab Aceh Utara Rp.245.000.000, mobil
dinas untuk kabag perkim Rp.245.000.000, Camat Jambo Aye Rp.245.000.000, Camat
Dewantara Rp.245.000.000.
Dan
pengadaan mobil dinas untuk Bapeda Rp.245.000.000, mobil dinas untuk Danlanal
Rp.280.000.000. Anggaran tersebut akan segera direalisasikan pada tahun 2015
ini dari APBK-P Aceh Utara.[Red]


