-->


Soal Pembelian Mobil, Ayah Wa: Mahasiswa Salah Faham

28 November, 2015, 11.21 WIB Last Updated 2015-11-28T04:21:53Z
LHOKSUKON - Rencana pembelian puluhan unit mobil baru untuk sejumlah dinas dan instansi yang ada dalam kabupaten Aceh Utara yang mencapai miliaran rupiah terus menuai protes dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Ismail A Jalil, SE, yang dihubungi mengatakan, mahasiswa yang melakukan aksi di depan Gedung DPRK Aceh Utara itu salah paham.

Padahal menurut Ismail A Jalil, mobil yang akan dibelikan tersebut untuk kelengkapan Anggota DPRK yang jumlahnya 10 unit selebihnya untuk eksekutif.   

“Mobil untuk untuk DPRK cuma 10 unit, diperkirakan menghabiskan anggran Rp 2,60 juta. Karena sudah setahun mobil Dewan tidak layak pakai. Jika  dihitung hitung, biaya pemeliharan lebih mahal daripada beli mobil lain, yaitu sekitar Rp3 miliar lebih. Sehingga kita berencana beli mobil baru,” kata pria yang akrab disapa Ayah Wa kepada wartawan, Jumat (27/11/2015).

Sebagaimana diketahui, legislatif menganggarkan APBK-P 2015 untuk pengadaan mobil dinas DPRK Aceh Utara sebanyak 10 unit dengan anggaran Rp.2.250.000.000.

Dilanjutkan dengan pengadaan mobil lainnya diantaranya, mobil dinas untuk kajari dengan anggaran, Rp.510.000.000, mobil  dinas untuk kapolres Rp.480.000.000, mobil dinas untuk dinas pengairan Rp.400.000.000, mobil dinas untuk Cipta Karya Rp.400.000.000.

Ditambah lagi mobil untuk dinas kabag hukum sekdakab Aceh Utara Rp.245.000.000, mobil dinas untuk kabag perkim Rp.245.000.000, Camat Jambo Aye Rp.245.000.000, Camat Dewantara Rp.245.000.000.

Dan pengadaan mobil dinas untuk Bapeda Rp.245.000.000, mobil dinas untuk Danlanal Rp.280.000.000. Anggaran tersebut akan segera direalisasikan pada tahun 2015 ini dari APBK-P Aceh Utara.[Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini