ACEH TIMUR – Kehadiran Achenesse Australia Association (AAA)
saat ini untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Aceh untuk bisa
menyelesaian permasalahan yang dialami oleh Kelompok Bersenjata Din Minimi yang
saat ini berjuang untuk membela rakyat Aceh dan anak yatim maupun janda korban
konflik yang sudah dijanjikan para petinggi GAM.
“Kami sudah menawarkan kepada Pemerintah Aceh untuk
melakukan dialog dan mencari solusi agar permasalahan tuntutan Pok Din Minimi
tersebut dapat diselesaikan. Selain itu, kami juga meminta kepada pihak
Kepolisian untuk menghentikan pengejaran terhadap Pok Din Minimi, kemudian
diharapkan Kapolda Aceh dapat melakukan dialog bersama Pok Din Minimi dengan
AAA siap menjadi mediator,” demikian dikatakan Ketua Achenesse Australia
Association (AAA) Tgk. Sufaini Syehky yang didampingi anggota AAA diantaranya
Tgk. Razali, Tgk. Anwar dan Tgk. Jafar saat melakukan konferensi pers dengan
wartawan dari media online, cetak dan eletronik, di Rumah Makan Atakana Juwo
Ds. Titie Baroe Kec. Idi Rayeuk Kab. Atim, Jum’at (27/11).
Lebih lanjut Syekhy mengatakan Pok Din Minimi saat ini juga
membuka diri untuk berdialog dengan pemerintah Aceh agar dapat menyelesaikan
permasalahan tersebut, tetapi sampai saat ini Pemerintah Aceh belum memberikan
waktu untuk berdialog bersama Pok Din Minimi.
“Saat ini kami telah melakukan semampu kami untuk melakukan
penyelesaian secara dialog, baik dengan Pemerintah Aceh dan Kapolda Aceh. Kami
juga sampaikan kepada Pok Din Minimi agar tidak melakukan penyerangan terhadap
aparat keamanan baik Polisi maupun TNI. Tapi mereka (Pemerintah Aceh dan Kapolda
Aceh) tidak merespon kehadiran AAA dalam upaya memediasi permasalahan
tersebut,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pok Din Minimi menyampaikan kepada AAA tentang
poin-poin yang diinginkan agar terjadinya proses dialog yakni menghentikan
pengejaran terhadap Pok Din Minimi yang saat ini dilakukan oleh Pihak
Kepolisian selama berlangsungnya proses dialog. Kemudian Pemerintah Aceh segera
memberikan bantuan bagi anak yatim, janda korban konflik, mantan Kombatan GAM
yang daftar-daftarnya sebagian ada dengan Pok Din Minimi. Selanjutnya bebaskan
anggota Pok Din Minimi yang saat ini telah ditangkap oleh pihak Kepolisian.
“AAA berharap Pemerintah Aceh dan Polda Aceh maupun elemen
lainnya agar permasalahan yang terjadi saat ini cepat diselesaikan serta proses
perdamaian yang sudah berjalan selama 10 tahun dapat terus berjalan dengan
baik,” pinta Syekhy.[Red]


