![]() |
| IST |
Masyarakat
gampong setempat mendesak sang Keuchik untuk mempertanggungjawabkan
perbuatannya. Jika tidak, menurut warga Keuchik tersebut akan dilaporkan ke
penegak hukum.
"Kami
meminta kepada pemerintah desa untuk segera menonaktifkan Keuchik, karena tidak
transparan kepada masyarakat dalam pengelolaan uang ADD," ucap M. Isa,
perwakilan dari masyarakat, Kamis (3/12/2015).
Menurutnya
lagi, sampai hari ini dia (keuchik) juga belum melaksanakan ADD yang bersumber
dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan baru diberikan mulai tahun
2015 ini secara sempurna sebagaimana laporan yang tertera dalam anggaran
belanja gampong yaitu untuk kegiatan posyandu, dana sosial budaya, olahraga, kesejahteraan
anak yatim, ekonomi, pembinaan lembaga adat gampong dan majelis ta'lim sampai
saat ini belum juga disalurkan.
Warga
menduga, selama ini keuangan desa dan dana untuk proyek fisik yang berjumlah
160.062.000 yang dikelola oleh oknum keuchik tersebut kurang transparan dan
banyak kejanggalan-kejanggalan serta tidak melibatkan lembaga desa setempat.
Selama
mediasi antara kepala desa dengan warga
setempat belum membuahkan hasil. warga
mempersoalkan masalah ADD dan memprotes kebijakan Pemerintah Desa Glok
Aron yang dinilai tak transparan dalam pengelolaan keuangan dana desa.
"Warga
meminta pemerintah desa lebih transparansi dalam pengelolaan keuangan baik soal
ADD maupun pengelolaan keuangan lainnya," terang Idris, yang juga warga
setempat.
Idris
juga menambahkan, warga juga meminta kepada pemerintahan desa Glok Aron untuk
melibatkan lembaga desa dan perwakilan dari warga dalam membahas semua
kebijakan dan pembangunan desa termasuk masalah keuangan untuk menjaga transparansi.
Sampai
berita ini diturunkan, keuchik Glok Aron belum berhasil dihubungi melalui
sambungan per telepon.
Secara
terpisah, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Syamtalira Aron,
Husaini mengatakan tidak mengetahui permasalahan tersebut karena pada saat dana
desa turun ke desa-desa kebetulan dirinya ditugaskan untuk mengikuti diklat.
"Saya
baru aktif kembali pada tanggal 17 bulan 11 kemarin, dan sampai saat ini belum
ada warga yang melaporkan masalah tersebut kepada saya," ujarnya. [Rajali]


