BANDA ACEH – Sekretaris Golkar Aceh, Muntasir Hamid, menilai sikap Gubernur Aceh
Zaini Abdullah yang tak hadir saat dipanggil oleh Komisi I merupakan sebuah
pelecehan.
“Gubernur
telah melecehkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. Gubernur tak mengerti cara
berbangsa dan bernegara,” kata Muntasir Hamid kepada wartawan, Jumat malam,
11 Desember 2016.
Menurutnya,
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seorang kepala negara dan daerah harus
hadir saat dipanggil oleh lembaga legislatif serta tak boleh diwakili.
“SBY
dulu juga hadir saat dipanggil sama Dewan. Demikian juga negara negara luar.
Jadi kalau belajar dari luar negeri, seharusnya dia hadir,” kata Muntasir.
“DPR
Aceh harus kembali memanggil Gubernur Aceh,” ujar Muntasir.
Muntasir
juga mengatakan saat ini masyarakat Aceh dapat melihat siapa sebenar Gubernur
Zaini Abdullah. Jadi sekarang masyarakat dapat melihat siapa Zaini Abdullah. [rs/red]



.jpg)





