-->


Penggunaan Anggaran Humas Setdakab Aceh Utara Diduga Tidak Transparan

02 Desember, 2015, 16.31 WIB Last Updated 2016-01-14T13:54:17Z
IST
LHOKSUKON – Belum setahun menjabat, Bagian Humas Setdakab Aceh Utara diduga tidak transparan terkait penggunaan anggaran yang dikelolanya.

Anggaran yang digunakan untuk pembinaan kehumasan dan pembinaan Pers senilai Rp. 1,7 miliar tahun 2015 tersebut tidak jelas. Disebut-sebut dana tersebut lebih banyak masuk ke kantong pribadi Kabag Humas Drs Amir Hamzah.

Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Drs Amir Hamzah, yang dikonfirmasi lintasatjeh.com di Abuwa Coffe, di bilangan Kota Lhokseumawe beberapa waktu lalu membantah penggunaan anggaran tersebut disalahgunakan. Kata dia, penggunaanya sudah sesuai peruntukannya.

Namun saat ditanyai lebih lanjut digunakan untuk apa saja, Amir mengaku uang tersebut ia gunakan untuk transport kegiatannya di bidang kehumasan dan untuk minum-minum kopi bersama wartawan.

“Uang itu kan untuk minum-minum bersama insane pers, dan saya kan juga butuh uang transport,” ungkap Amir, yang dituliskan beritanya hari ini, Rabu (2/12/2015).

Sejumlah insan media pun merasa kecewa terkait anggaran yang nilainya sangat besar itu. “Uang yang dialokasikan guna mengekpos kegiatan pokok bupati yang meliputi dari berbagai bentuk baik berupa iklan, pariwara, atau papan bunga itu sepertinya ada permainan,” ujar Agussalim.

Ia pun mengaku terkejut bahwa anggaran tersebut sudah habis pada bulan Juli tahun 2015. Akibatnya, sejumlah iklan belum dibayar karena sudah habis anggaran. Kekecewaan itu juga dirasakan oleh wartawan lainnya di Aceh Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun lintasatjeh.com, Pemkab Aceh Utara mengalokasikan anggaran untuk pembinaan kehumasan dan pembinaan pers senilai Rp 1,732.000.000 bersumber dari dana APBK murni, kemudian ditambah lagi Rp 533.500.000 bersumber dari APBK-P, sehingga total anggaran tersebut Rp 2.26.500.000.

Sedangkan untuk percetakan tabloid Jurnal Pase terdapat paket khusus seperti paket penyiapan Jurnal Pase senilai RP 207.000.000, dan belanja cetak Jurnal Pasee yang menyerap anggaran senilai Rp.113.400.000.[red]
Komentar

Tampilkan

Terkini