-->


Yusril Ingatkan Gubernur Aceh Jangan Berpihak

02 Desember, 2015, 15.31 WIB Last Updated 2015-12-02T08:32:19Z
BANDA ACEH - Yusril Ihza Mahendra terkait pergantian Wakil ketua DPRA saudara Sulaiman Abda antar waktu itu sepenuhnya kewenangan Partai yang bersangkutan dan nanti satelah itu baru disampaikan kepada Mendagri untuk disahkan.

Gubernur Aceh dalam prihal partai tersebut jangan ikut campur itu urusan partai yang bersangkutan,karena itu permasalah internal suatu partai,dan menganai persoalan di partai golkar Aceh di lembaga DPRA itu sudah sesuaian aturan yang dijalankan DPRA, kata pengacara dan kuasa hukum partai Golkar.

Gubernur Aceh juga tidak bisa mencaplok permasalah suatu partai,karena itu permasalah internal,dan terkait permasalahan di golkar itu sudah sesuai dengan prosudur yang dijalankan oleh DPRA.

Tindakan Zaini Abdullah selaku Gubernur Aceh, yang menyurati ke mendagri dan memberi isyarat  adalah tindakan kekuasaan dan campur urusan internal partai golkar. Tindakan kekuasaan itu yang berpihak kesalah satu kubu memberikan citra buruh pada pemerintahan Aceh. Demikian ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra kepada wartawan yang menanggapi perselisihan dalam tubuh partai berlambang beringin tersebut.

"Apa yang dilakukan Gubernur Aceh menurutnya memberikan citra buruk pemerintahan Aceh yang cenderung memihak, ketika terjadi konflik internal pada sebuah partai. Tidak salah menurutnya kalau orang menduga, pemerintah Aceh mendukung salah satu kubu untuk kepentingannya sendiri," jelas Yusril, Rabu (2/12/2015).

Di sela-sela ngopi bareng bersama beberapa tokoh Lintas Partai di The Stone Coffe Lampineung Banda Aceh.

Tokoh Lintas Partai yang hadir,Muntasir Hamid (Golkar) TA.Khalid (Gerindra) Hamdani (Perindo)Ketua Partai Erly Hasyim (PBB aceh) Ketua Partai Tgk H Mohd Faisal Amin (PPP) dan beberapa tokoh agama. [TIM]
Komentar

Tampilkan

Terkini