BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Dr
Zaini Abdullah meminta kepada peserta Rapat Kerja Daerah Forum Komunikasi
Pemerintahan Kabupaten/Kota se-Aceh (FKKA) agar memasukkan Pengelolaan Keuangan
Daerah dalam agenda Rapat Kerja Daerah FKKA 2016.
Hal tersebut disampaikan oleh
Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya yang dibacakan
oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Drs Dermawan MM, saat membuka secara resmi
Rapat Kerja Daerah Dewan Pimpinan Forum Komunikasi Pemerintahan Kabupaten/Kota
se-Aceh tahun 2016, yang dipusatkan di Aula Balai Kota Banda Aceh, (Rabu,
27/1/2016).
“Pengelolaan keuangan
Pemerintahan sepertinya layak menjadi perhatian kita mengingat isu ini terus
menerus dibahas di berbagai tingkatan. Kita tentunya perlu meningkatkan langkah
untuk memperkuat sistem pengelolaan keuangan ini agar lebih transparan,
akuntabel, efektif dan efisien,” ujar Gubernur.
Doto Zaini menambahkan, kehadiran
narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK) dan Pusat Pengembangan Keuangan Daerah (PPKD)
Unsyiah dalam Rakerda FKKA ini, bisa memperkuat semangat para peserta Rakerda
yang terdiri atas para Kepala Pemerintahan Kabupaten/Kota, dalam menjalankan
pemerintahan yang lebih baik.
Melalui forum ini, Gubernur
meminta para pemimpin daerah untuk membaca peluang terkait berlakunya kebijakan
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal itu sebagai langkah penguatan ekonomi di
daerah.
“Dibutuhkan semangat bersama dari
para peminpin daerah agar mampu merumuskan kebijakan yang efektif dalam rangka
menjadikan Aceh sebagai salah satu kawasan investasi terbaik di Indonesia,”
tambah Gubernur.
Gubernur Apresiasi Peningkatan
Daerah Penerima WTP
Sementara itu, terkait dengan
pengelolaan keuangan daerah, Gubernur menyampaikan, bahwa Aceh dapat sedikit
berbangga dengan m,eninngkatnya jumlah Pemerintahan Kabupaten/Kota yang
mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Sebagaimana diketahui, pada tahun
2011, hanya ada dua Kabupaten/Kota yang mendapat opini WTP. Namun pada tahun
2012 jumlahnya meningkat menjadi 7 kabupaten/kota.
"Meskipun sempat menurun
menjadi 6 kabupaten/kota di tahun 2013. Tapi pada tahun 2014 jumlahnya melonjak
hingga 16 kabupaten/kota. Mudah-mudah prestasi ini bisa kita tingkatkan melalui
peningkatan sistem pengelolaan keuangan yang baik, sehingga semakin banyak
daerah di Aceh yang mendapat opini WTP."
Dalam kesempatan tersebut,
Gubernur juga menyambut baik kehadiran nara sumber dari Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Pusat Pengembangan Keuangan Daerah
(PPKD) Universitas Syiah Kuala untuk membahas perihal pengelolaan keuangan.
Sekda berharap, kehadiran para
nara sumber dapat memperkuat semangat FKKA untuk menjalankan Pemerintahan yang
lebih bersih dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dapat
tercapai.
Gubernur juga berharapagar
Rakerda dapat berlangsung sukses serta menghasilkan rekomendasi terbaik untuk
diterapkan bersama, sehingga forum ini bisa terus diperkuat demi mendukung
kelancaran sistem Pemerintahan di seluruh Aceh.
"Mari sama-sama kita terus
memperkuat dan memperlancar sistem komunikasi di seluruh jajaran Pemerintahan
di Aceh, sehingga kualitas pembangunan di daerah kita berjalan lebih efektif
dan berdaya guna," pungkas Gubernur Aceh.
Illiza: Lokakarya WTP
adalah Salah Satu Program FKKA
Sementara itu, Wali Kota Banda
Aceh, yang juga merupakan Koordinator FKKA, Illiza Sa'aduddin Jamal
menjelaskan, salah satu program FKKA di tahun 2016 ini adalah melaksanakan
Lokakarya yangberkaitan dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
"Kita punya keinginan untuk
memperoleh pengetahuan dan pengalaman terbaik, hingga memperoleh WTP dalam
Program Pembangunan dan Keuangan Daerah. WTP yang selaras dan sinergis dengan
kemakmuran, keadilan dan kesejahteraan rakyat," terang Illiza.
Illiza menambahkan, melalui Raker
FKKA yang merupakan wadah berhimpunnya
para pemimpin daerah se-Aceh, dapat terbangun sinergitas dan kerjasama
fungsional para eksekutif dan legislatif sehingga pelayanan publik menjadi jauh
lebih baik.
"Kita akan berusaha
meningkatkan fungsi dan peran FKKA untuk mendorong peningkatan kualitas
pelayanan publik di kabupaten dan kota se-Aceh," tegas Illiza.
Illiza menjelaskan, FKKA
difasilitasi oleh Federation of Canadian Municipalities (FCM), sebuah wadah
sama yang berasal dari Kanada. Perbedaannya hanya pada usia FCM yang telah
mencapai lebih dari satu abad.
Illiza menekankan, bahwa FKKA
harus mampu mengambil pelajaran dari wadah yang telah teruji dengan memberikan
manfaat dalam memajukan kota di Kanada serta ikut memperkuat hubungan
internasional antara Kanada dengan negara lain.
"Beberapa anggota FPKKA pernah
diundang untuk menyaksikan pertemuan tahunan FCM tahun 2010 lalu. Kita baru
delapan tahun dan masih pada tahap awal membangun konsolidasi, menata diri,
melakukan sosialisasi sambil melangkah ke depan," tambah Illiza.
Kegiatan yang mengangkat tema
"Memperkuat Peran FKKA untuk Mendorong Peningkatan Pelayanan Publik di
Kabupaten dan Kota" itu turut dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kementerian
Dalam Negeri, Tarmizi A Karim, pimpinan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan (PPATK), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) Aceh.
[Humas Aceh]
