-->

Kehadiran PT Ensem Sawita Dipersoalkan Warga

27 Januari, 2016, 08.53 WIB Last Updated 2016-01-27T01:54:11Z
Balita korban limbah PT Ensem Sawita
ACEH TIMUR Masyarakat desa Aramiah Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur mengeluhkan polusi udara serta bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah pabrik kelapa sawit PT Ensem Sawita.

Masyarakat pun mendesak pemerintah agar bertindak tegas karena diduga proses pembuangan limbah serta bau yang menyengat dan polusi udara (cerobong asap), dan dampaknya juga telah menimbulkan berbagai macam penyakit terhadap warga.

Demikian disampaikan tokoh pemuda Aramiah, Hadi kepada Media ini, Selasa (26/01/2016) di Pabrik Kelapa Sawit PT Ensem Sawita, disela-sela  puluhan ibu-ibu melakukan aksi demo.

Menurut keterangan tokoh pemuda, Hadi, saat ditemui lintasatjeh.com, Selasa (26/1) mengatakan semenjak pabrik kelapa sawit PT Ensem Sawita beroperasi selama 7 tahun, masyarakat sebenarnya sudah mulai mengeluh. Selain tidak ada memberi kontribusi kepada masyarakat, juga karena dampak limbah serta asapnya dan bau yang menyengat.

“Dan paling parahnya adalah 3 tahun belakangan ini, misalnya habitat ikan air tawar di sungai kreung Bayeun sudah mulai habis, dan warga sudah sulit menemukan ikan air tawar. Kemudian akibat  terkena dampak limbah juga asap pabrik menyebabkan sebagian warga mengalami penyakit gatal-gatal dan ispa,” beber Hadi.

Mereka juga mengatakan sering  mengkonfrontir atas kejadian ini ke pihak perusahaan, namun sejauh ini tidak ada tanggapan yang jelas.

Disisi lain, puluhan ibu-ibu warga Aramiah yang melakukan aksi demo tersebut,  menuntut kepada pihak perusahaan agar segera dapat mengatasi polusi udara, juga asap serta bau yang tidak sedap dan menyengat setiap hari, akibat kondisi ini banyak balita di sekitar perusahaan ini yang mengalami gangguan pernapasan, dan mimisan, (mengeluarkan darah dari hidung)  juga gatal-gatal pada kulit.

Pada saat aksi demo tersebut seorang sambil menggendong anaknya yang masih balita bernama Cut Rahmi usia 7 bulan, selama ini anaknya terserang gangguan pada kulit yang tak kunjung sembuh, pihak keluarga menuntut agar perusahaan bertanggung jawab.

Begitu juga dengan Sarinah (4) yang terserang gangguan pernapasan, dan kedua orang tua Sarinah sudah beberapa kali melakukan berobat dokter, menurut dokter anak ibu terserang ispa akibat udara yang tidak bersih,

Sementara itu menurut Manajer PT Ensem Sawita, Sutardi, mengharapkan masyarakat mengajukan proposal atau surat, maka pihak perusahaan akan melakukan kordinasi ke kantor Medan, akan dapat ditindak lanjuti. [W4]
Komentar

Tampilkan

Terkini