-->

Petani Cot Girek Mulai Menggarap Sawah

16 Januari, 2016, 07.43 WIB Last Updated 2016-01-16T00:44:06Z
LHOKSUKON - Para petani di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara mulai menggarap sawah tadah hujan. Sebagian areal persawahan itu sudah ditanami padi meskipun mengandalkan air hujan.

Namun tampaknya, panen kali ini tidak sesuai harapan. Pasalnya, sebagian areal persawahan di kecamatan tersebut kini mulai kering akibat tidak mendapatkan sumber air.

Panen padi rata-rata di kecamatan itu hanya mampu di bawah 5 ton untuk satu hektare areal sawah. Toh, petani hanya berharap Pemerintah setempat membangun sumur bor.

"Luas areal persawahan di desa kami hanya sekitar 40 hektare, dengan panen masih dibawah 2 ton per/hektare. Sebab, sawah disini masih tadah hujan," ujar Geuchik (Kepala Desa) Seuneubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Tgk. Ismail, Jum'at (15/1).

Tak ada jalan lain, para petani kini sangat berharap kepada Pemerintah setempat khususnya kepada Bupati Aceh Utara untuk agar dibangun sumur bor demi mengaliri air ke sawah.

"Kalau kondisi sawah sedemikian ya ga mungkin hasil panennya memuaskan, rata-rata panen dibawah 2 ton untuk satu hektar. Kami berharap Bupati membangun sumur bor didaerah kami ini," ujar Kepala Dusun Blang Asan Desa Seuneubok Bar, Jhon Junaidi.

Hal serupa disampaikan Geuchik Desa Alue Drien, Anwar S. Areal persawahan tadah hujan seluas 60 hektare di desa itu hanya mampu menghasilkan dibawah 5 ton padi tiap panen.

"Petani selama ini turun ke sawah hanya mengandalkan turunnya hujan. Lantas, hasil panen pun tak sesuai harapan. Coba kalau air mencukupi, pasti hasil panen memuaskan," ujar Anwar. [chairul]
Komentar

Tampilkan

Terkini