LHOKSUKON - Para petani di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh
Utara mulai menggarap sawah tadah hujan. Sebagian areal persawahan itu sudah
ditanami padi meskipun mengandalkan air hujan.
Namun
tampaknya, panen kali ini tidak sesuai harapan. Pasalnya, sebagian areal
persawahan di kecamatan tersebut kini mulai kering akibat tidak mendapatkan
sumber air.
Panen
padi rata-rata di kecamatan itu hanya mampu di bawah 5 ton untuk satu hektare
areal sawah. Toh, petani hanya berharap Pemerintah setempat membangun sumur
bor.
"Luas
areal persawahan di desa kami hanya sekitar 40 hektare, dengan panen masih
dibawah 2 ton per/hektare. Sebab, sawah disini masih tadah hujan," ujar
Geuchik (Kepala Desa) Seuneubok Baro, Kecamatan Cot Girek, Tgk. Ismail, Jum'at
(15/1).
Tak
ada jalan lain, para petani kini sangat berharap kepada Pemerintah setempat
khususnya kepada Bupati Aceh Utara untuk agar dibangun sumur bor demi mengaliri
air ke sawah.
"Kalau
kondisi sawah sedemikian ya ga mungkin hasil panennya memuaskan, rata-rata
panen dibawah 2 ton untuk satu hektar. Kami berharap Bupati membangun sumur bor
didaerah kami ini," ujar Kepala Dusun Blang Asan Desa Seuneubok Bar, Jhon
Junaidi.
Hal
serupa disampaikan Geuchik Desa Alue Drien, Anwar S. Areal persawahan tadah
hujan seluas 60 hektare di desa itu hanya mampu menghasilkan dibawah 5 ton padi
tiap panen.
"Petani
selama ini turun ke sawah hanya mengandalkan turunnya hujan. Lantas, hasil
panen pun tak sesuai harapan. Coba kalau air mencukupi, pasti hasil panen
memuaskan," ujar Anwar. [chairul]