-->








KKG/MGMP Ciptakan Guru Pembelajar

23 Juni, 2016, 23.43 WIB Last Updated 2016-06-23T16:45:15Z
ACEH TAMIANG – Menjelang berakhirnya program USAID Prioritas di Aceh Tamiang, perubahan yang terjadi di sekolah dan madrasah mitranya dipresentasikan pada kegiatan Rapat Koordinasi Para Pemangku Kepentingan Program tersebut, di Arya Hotel (23/6/2016).

“Cukup membanggakan sebagian guru kita telah mampu membuat media pembelajaran sederhana dalam pembelajaran, sementara kita hanya berharap media pembelajaran yang ada di sekolah dimanfaatkan oleh guru,” kata Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kabid Program, Zulkarnain, Msi.

“Guru juga telah mampu membuat pertanyaan tingkat tinggi dan literasi dengan baik. Setiap sekolah memaparkan keberhasilan dan kendala/tantangan yang dihadapi selama tiga tahun terakhir,” jelas Zulkarnain setelah mendengarkan pemaparan 17 SD/MI dan 8 SMP/MTs mitra USAID Prioritas.

Sementara itu, Kakankemenag Aceh Tamiang, Salamina, MA yang mengikuti kegiatan secara penuh bersama dengan Kasi Mapenda mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan.

“Membangun pendidikan itu adalah investasi masa depan yang butuh proses lama, hasilnya tidak langsung terlihat, 5-10 tahun lagi hasilnya akan tampak pada siswa. Oleh karena itu, lakukanlah investasi ini dengan iklas dan saling berbagi antar guru, sehingga peningkatan ilmu dapat dilakukan secara bersama,” jelas Salamina.

Kemenag mengapresiasi perubahan yang nampak jelas terhadap madrasah mitra USAID Prioritas, sehingga banyak kegiatan kemenag yang diwakili oleh madrasah mitranya. Salah satu dukungan yang masih dibutuhkan yaitu partisipasi orang tua dan masyarakat yang berfokus pada kegiatan pembelajaran dan perbaikan lingkungan sekolah pada jenjang SMP/MTs serta meningkatkan budaya baca di sekolah pada jenjang SD/MI.

Selanjutnya, dari hasil presentasi Fasilitator Daerah (Fasda) direkomendasikan pendampingan yang lebih menyeluruh melalui KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk menjadi guru pembelajaran sesuai dengan harapan Mendikbud.

“KKG/MGMP dibutuhkan untuk membantu guru agar terus terupdate kompetensi dan jenjang karirnya. Hal itu dilakukan, karena KKG/MGMP mampu menjangkau semua guru untuk menjadi guru pembelajar yang berkualitas,” tandas Rahmi Jafar Koordinator USAID Prioritas Aceh Tamiang.[Rls]
Komentar

Tampilkan

Terkini