ACEH TAMIANG – Menjelang
berakhirnya program USAID Prioritas di Aceh Tamiang, perubahan yang terjadi di
sekolah dan madrasah mitranya dipresentasikan pada kegiatan Rapat Koordinasi
Para Pemangku Kepentingan Program tersebut, di Arya Hotel (23/6/2016).
“Cukup membanggakan
sebagian guru kita telah mampu membuat media pembelajaran sederhana dalam
pembelajaran, sementara kita hanya berharap media pembelajaran yang ada di
sekolah dimanfaatkan oleh guru,” kata Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili
oleh Kabid Program, Zulkarnain, Msi.
“Guru juga telah mampu
membuat pertanyaan tingkat tinggi dan literasi dengan baik. Setiap sekolah
memaparkan keberhasilan dan kendala/tantangan yang dihadapi selama tiga tahun
terakhir,” jelas Zulkarnain setelah mendengarkan pemaparan 17 SD/MI dan 8
SMP/MTs mitra USAID Prioritas.
Sementara itu, Kakankemenag
Aceh Tamiang, Salamina, MA yang mengikuti kegiatan secara penuh bersama dengan
Kasi Mapenda mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan.
“Membangun pendidikan itu
adalah investasi masa depan yang butuh proses lama, hasilnya tidak langsung
terlihat, 5-10 tahun lagi hasilnya akan tampak pada siswa. Oleh karena itu,
lakukanlah investasi ini dengan iklas dan saling berbagi antar guru, sehingga
peningkatan ilmu dapat dilakukan secara bersama,” jelas Salamina.
Kemenag mengapresiasi
perubahan yang nampak jelas terhadap madrasah mitra USAID Prioritas, sehingga
banyak kegiatan kemenag yang diwakili oleh madrasah mitranya. Salah satu
dukungan yang masih dibutuhkan yaitu partisipasi orang tua dan masyarakat yang
berfokus pada kegiatan pembelajaran dan perbaikan lingkungan sekolah pada
jenjang SMP/MTs serta meningkatkan budaya baca di sekolah pada jenjang SD/MI.
Selanjutnya, dari hasil
presentasi Fasilitator Daerah (Fasda) direkomendasikan pendampingan yang lebih
menyeluruh melalui KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata
Pelajaran) untuk menjadi guru pembelajaran sesuai dengan harapan Mendikbud.
“KKG/MGMP dibutuhkan untuk
membantu guru agar terus terupdate kompetensi dan jenjang karirnya. Hal itu
dilakukan, karena KKG/MGMP mampu menjangkau semua guru untuk menjadi guru
pembelajar yang berkualitas,” tandas Rahmi Jafar Koordinator USAID Prioritas
Aceh Tamiang.[Rls]



.jpg)




