BANDA ACEH - Gubernur Aceh
adalah sosok pemimpin representatif mayoritas masyarakat. Tentu saja juga
merupakan cerminan dari rakyatnya. Pemimpin yang lahir dari rakyat menunjukkan
karakter mayoriras masyarakat itu sendiri.
Provinsi Aceh sebagai daerah
bersyari'at Islam, jika masyarakat mencintai dan menjalankan syari'at pasti
akan memilih pemimpin yang baik dan bersyari'at. Tentu saja tolak ukurnya bisa
dilihat dari sosoknya, keluarga dan kepribadian serta pengalamannya.
Hal tersebut disampaikan
Ketua Fokus GEMPAR, Sirathaillah kepada LintasAtjeh.com, melalui siaran
persnya, Kamis (23/6/2016).
Lebih lanjut, Sirathaillah
menyampaikan sekian lama kita tidak pernah melihat Gubernur Aceh menjadi Imam
misalnya pada sholat-sholat tertentu, menyampaikan khutbah bagi masyarakatnya
serta memberi tauladan cara bersikap sehari-hari bagi kita semua, sudah tidak
pernah ada.
“Atau mungkin kita tidak
mau punya pemimpin demikian, mungkin kita hanya suka pemimpin koboy, pemimpin
suka hura-hura, pemimpin yang tidak hadir bersama rakyatnya,” sindirnya.
“Semoga impian kita sama,
Aceh harus dipimpin oleh gubernur yang hadir di tengah-tengah kita, Imam bagi
kita semua,” harap Sirathaillah.[Rls]



.jpg)





