MEDAN – Mahasiswa ‘Lintas
Atjeh’ dari beberapa universitas di Medan menggelar silaturrahmi dan buka puasa
bersama di sebuah resto tepatnya di Jl. SM Raja Medan, Selasa (28/6/2016).
Hadir dalam acara tersebut
diantaranya perwakilan mahasiswa dari Bireuen, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh
Tenggara dan Simeulue yang tergabung dalam beberapa organisasi pelajar, pemuda
dan mahasiswa seperti IPTR, HIPMI PT Bireuen, IPMAT dan IPPELMAS.
Dalam acara buka puasa
bersama tersebut, berlangsung dalam suasana cair dan penuh keakraban. Hal ini
dilatarbelakangi sebagai mahasiswa-mahasiswa perantauan asal Aceh yang ada di
Medan sehingga menumbuhkan rasa persahabatan dan kekeluargaan. Acara ini sengaja digelar di penghujung ramadhan sebelum para pelajar, pemuda dan mahasiswa Aceh di Medan kembali ke daerah masing-masing dalam masa libur Idhul Fitri 1437 H.
Diakhir acara juga dilaksanakan
diskusi kecil dan perkenalan sesama mahasiswa sebagai titik awal merapatkan
barisan sesama anak Aceh demi menelurkan program-program positif kedepannya
demi mempersiapkan diri dan memberikan konstribusi nyata kepada daerah
masing-masing.
Ketua Ikatan Pelajar
Mahasiswa Aceh Tenggara, Mustafa Kamil Broeh mengatakan bahwa kegiatan semacam
ini patut diteruskan bukan hanya saat bulan puasa saja.
“Mungkin kedepannya bisa
dilaksanakan kegiatan yang melibatkan seluruh pelajar, pemuda dan mahasiswa Aceh
yang ada di Medan dengan program-program positif demi menjalin tali
silaturrahmi sesama putra-putri Aceh,” kata Mustafa Kamil.
Sementara itu, Rahmat Asri
Sufa selaku Ketua HIPMI PT Bireuen sangat mengapreasiasi kegiatan yang mempertemukan
mahasiswa di Aceh. Karena Aceh terdiri dari berbagai macam suku dengan berbagai
macam bahasa asli daerah.
“Dengan mengenal sesama
mahasiswa Aceh di Medan tentu akan menambah kecintaan terhadap Aceh. Dengan
bersatu, kita juga bisa menggali segala potensi yang ada di daerah
masing-masing. Syukur-syukur kita bisa mengembangkan segala SDA dan SDM yang
ada di daerah berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat,” ujar Rahmat
Asri Sufa.
“Seperti di Simeulue,
katanya banyak potensi alam yang belum dikembangkan untuk dijadikan sebagai
tempat pariwisata. Mungkin kita bisa ajak rekan-rekan mahasiswa untuk melakukan
travelling kesana sembari memanfaatkan peluang bisnis. Mahasiswa punya potensi
untuk melakukan dan mewujudkan hal itu,” tandas Pemuda Bireuen ini.
Hal senada juga
disampaikan Ketua IPPELMAS Medan, Ali Sahniur yang mengungkapkan bahwa acara buka
puasa bersama mahasiswa “Lintas Atjeh” ini sebagai wujud membangun kebersamaan
sesama mahasiswa di Medan.
“Kita harus mempunyai
kreasi dan inovasi untuk siap membangun Aceh kedepan, khususnya di daerah
masing-masing. Apalagi tahun depan merupakan tahun politik, pemuda dan
mahasiswa memiliki peran penting dalam memilih pemimpin kedepan,” kata Ali.
“Harapannya, mahasiswa
harus hadir dalam menentukan pilihan kepala daerah mendatang terutama yang
peduli terhadap pembangunan daerah seluruh Aceh, seperti di daerah Simeulue terutama
bidang pendidikan dan kesehatan serta pengembangan akhlak demi penegakan
syariat Islam secara kaffah,” harap Ketua IPPELMAS Medan.
Sementara Ketua IPTR
Komisariat USU, Muhammadin Hamid menyampaikan pengalamannya ketika melakukan
kegiatan kampus di daerah Simeulue. Ternyata banyak sekali kekurangan yang ada
di Simeulue terutama masalah pendidikan.
“Saat KPM di Simeulue,
kita melihat masalah pendidikan masih tertinggal jauh dibandingkan dengan
daerah lain di Aceh. Tentu ini hal yang harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah
Aceh, dan mahasiswa Aceh yang saat ini menunutut ilmu di Medan mempunyai
tanggung jawab moral untuk membangun daerahnya sesuai bidang ilmu
masing-masing. Acara mahasiswa ‘Lintas Atjeh’ seperti ini juga bisa memberikan
motivasi untuk berbuat banyak bagi daerah,” pungkas Muhammadin.[Ar]



.jpg)





