-->








Penghujung Ramadhan, Mahasiswa 'Lintas Atjeh' Bukber Penuh Keakraban

28 Juni, 2016, 20.44 WIB Last Updated 2016-06-28T13:44:33Z
MEDAN – Mahasiswa ‘Lintas Atjeh’ dari beberapa universitas di Medan menggelar silaturrahmi dan buka puasa bersama di sebuah resto tepatnya di Jl. SM Raja Medan, Selasa (28/6/2016).

Hadir dalam acara tersebut diantaranya perwakilan mahasiswa dari Bireuen, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Tenggara dan Simeulue yang tergabung dalam beberapa organisasi pelajar, pemuda dan mahasiswa seperti IPTR, HIPMI PT Bireuen, IPMAT dan IPPELMAS.

Dalam acara buka puasa bersama tersebut, berlangsung dalam suasana cair dan penuh keakraban. Hal ini dilatarbelakangi sebagai mahasiswa-mahasiswa perantauan asal Aceh yang ada di Medan sehingga menumbuhkan rasa persahabatan dan kekeluargaan. Acara ini sengaja digelar di penghujung ramadhan sebelum para pelajar, pemuda dan mahasiswa Aceh di Medan kembali ke daerah masing-masing dalam masa libur Idhul Fitri 1437 H.

Diakhir acara juga dilaksanakan diskusi kecil dan perkenalan sesama mahasiswa sebagai titik awal merapatkan barisan sesama anak Aceh demi menelurkan program-program positif kedepannya demi mempersiapkan diri dan memberikan konstribusi nyata kepada daerah masing-masing.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara, Mustafa Kamil Broeh mengatakan bahwa kegiatan semacam ini patut diteruskan bukan hanya saat bulan puasa saja.

“Mungkin kedepannya bisa dilaksanakan kegiatan yang melibatkan seluruh pelajar, pemuda dan mahasiswa Aceh yang ada di Medan dengan program-program positif demi menjalin tali silaturrahmi sesama putra-putri Aceh,” kata Mustafa Kamil.

Sementara itu, Rahmat Asri Sufa selaku Ketua HIPMI PT Bireuen sangat mengapreasiasi kegiatan yang mempertemukan mahasiswa di Aceh. Karena Aceh terdiri dari berbagai macam suku dengan berbagai macam bahasa asli daerah.
“Dengan mengenal sesama mahasiswa Aceh di Medan tentu akan menambah kecintaan terhadap Aceh. Dengan bersatu, kita juga bisa menggali segala potensi yang ada di daerah masing-masing. Syukur-syukur kita bisa mengembangkan segala SDA dan SDM yang ada di daerah berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat,” ujar Rahmat Asri Sufa.

“Seperti di Simeulue, katanya banyak potensi alam yang belum dikembangkan untuk dijadikan sebagai tempat pariwisata. Mungkin kita bisa ajak rekan-rekan mahasiswa untuk melakukan travelling kesana sembari memanfaatkan peluang bisnis. Mahasiswa punya potensi untuk melakukan dan mewujudkan hal itu,” tandas Pemuda Bireuen ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua IPPELMAS Medan, Ali Sahniur yang mengungkapkan bahwa acara buka puasa bersama mahasiswa “Lintas Atjeh” ini sebagai wujud membangun kebersamaan sesama mahasiswa di Medan.

“Kita harus mempunyai kreasi dan inovasi untuk siap membangun Aceh kedepan, khususnya di daerah masing-masing. Apalagi tahun depan merupakan tahun politik, pemuda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam memilih pemimpin kedepan,” kata Ali.

“Harapannya, mahasiswa harus hadir dalam menentukan pilihan kepala daerah mendatang terutama yang peduli terhadap pembangunan daerah seluruh Aceh, seperti di daerah Simeulue terutama bidang pendidikan dan kesehatan serta pengembangan akhlak demi penegakan syariat Islam secara kaffah,” harap Ketua IPPELMAS Medan.

Sementara Ketua IPTR Komisariat USU, Muhammadin Hamid menyampaikan pengalamannya ketika melakukan kegiatan kampus di daerah Simeulue. Ternyata banyak sekali kekurangan yang ada di Simeulue terutama masalah pendidikan.

“Saat KPM di Simeulue, kita melihat masalah pendidikan masih tertinggal jauh dibandingkan dengan daerah lain di Aceh. Tentu ini hal yang harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Aceh, dan mahasiswa Aceh yang saat ini menunutut ilmu di Medan mempunyai tanggung jawab moral untuk membangun daerahnya sesuai bidang ilmu masing-masing. Acara mahasiswa ‘Lintas Atjeh’ seperti ini juga bisa memberikan motivasi untuk berbuat banyak bagi daerah,” pungkas Muhammadin.[Ar]
Komentar

Tampilkan

Terkini