ACEH TENGGARA - Badan
Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Tenggara menggelar pembinaan petugas Pos
Pelayanan Teknologi Tepat Guna alias Posyantek se Kabupaten Aceh Tenggara.
Kegiatan berlangsung Selasa (28/6/2016), di Kantor BPM Aceh Tenggara.
"Kegiatan ini
bertujuan untuk mendorong perubahan, baik perubahan bidang ekonomi, maupun
bidang sosial masyarakat. Oleh karenanya, alih teknologi ke masyarakat dalam
rangka percepatan pembangunan masyarakat memiliki peran penting," kata
Glora Sebayang dalam penyampaian materinya.
Menurut Glora, selama ini
proses alih teknologi ke masyarakat berjalan mengikuti mekanisme pasar.
Artinya, alih teknologi terjadi karena ada kebutuhan/permintaan, mengingat
faktor-faktor tertentu, seperti kesenjangan akses informasi, keterbatasan modal,
dan kendala geografi.
Oleh sebab itu lanjut
Glora Sebayang, dalam proses alih teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna
(TTG) kepada masyarakat perlu campur tangan pemerintah untuk akselerasi alias
percepatannya.
Sementara itu, Tenaga Ahli
P3MD Aceh Tenggara, Fakhrur Razi, MH, yang juga hadir
sebagai nara sumber mengatakan, melalui dana pembinaan yang diberikan BPM Aceh
Tenggara, diharapkan kreativitas dan produktivitas penyelenggaraan inovasi
teknologi tepat guna lebih berdampak positif bagi masyarakat kedepan.
Menurut Fakhrur, komitmen
pemerintah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Teknologi Tepat Guna
telah dituangkan dalam Permendagri No.20 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan
Masyarakat melalui pengelolaan Teknologi Tepat Guna, memberi amanat kepada
pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk melakukan
pembinaan.
Fakhrur melanjutkan, untuk
efisiensi, efektivitas dan sinergitas pembinaan, maka di tingkat kabupaten
dibentuk lembaga kemasyarakatan yang disebut Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna
(Posyantek) yang bertugas memberikan pelayanan teknis, informasi, promosi dan
orientasi TTG kepada masyarakat.
Disamping itu, kata
Fakhrur, dengan adanya kelembagaan Warung Teknologi (Wartek) hampir seluruh
desa di Kabupaten Aceh Tenggara, jalur koordinasi antar kecamatan dalam bidang
TTG sudah jelas, di kecamatan ada posyantek dan di desa ada warteknya.
Begitu juga halnya dengan
pengelolaan dana desa, kata Fakhrur, melalui APBN diharapkan pengalokasian
terhadap Teknologi Tepat Guna benar-benar terlaksana dan kemandirian desa serta
kemakmuran masyarakat desa segera terwujud.
Menurut Fakhrur, Teknologi
Tepat Guna adalah sebuah teknologi yang dirancang dan diciptakan untuk
masyarakat dengan menyesuaikan aspek-aspek lingkungan, kebudayaan, sosial,
politik dan ekonomi yang berada di masyarakat. Teknologi ini diciptakan
bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melaksanakan segala kegiatannya
Teknologi Tepat Guna dalam
konteks pemberdayaan masyarakat, merupakan pemicu pertumbuhan. Pemanfaatan TTG
secara optimal oleh masyarakat akan mampu mewujudkan usaha masyarakat yang
dapat mengefisiensi ongkos produksi, memperbaiki proses mutu produksi,
meningkatkan kapasitas dan nilai tambah produk, sehingga dapat mensejahterahkan
masyarakat, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta memberantas kemiskinan.
“Potensi yang dimiliki
oleh desa-desa di Aceh Tenggara khususnya, masih banyak yang perlu digali, baik
SDM maupun SDAnya. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai stake holder
betul-betul diharapkan,” demikian pungkas Fakhrur.[SAS]



.jpg)





