-->








Dorong Percepatan Peembangunan, BPM Aceh Tenggara Bina Posyantek

28 Juni, 2016, 23.22 WIB Last Updated 2016-06-28T19:15:08Z
ACEH TENGGARA - Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Tenggara menggelar pembinaan petugas Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna alias Posyantek se Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan berlangsung Selasa (28/6/2016), di Kantor BPM Aceh Tenggara.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong perubahan, baik perubahan bidang ekonomi, maupun bidang sosial masyarakat. Oleh karenanya, alih teknologi ke masyarakat dalam rangka percepatan pembangunan masyarakat memiliki peran penting," kata Glora Sebayang dalam penyampaian materinya.

Menurut Glora, selama ini proses alih teknologi ke masyarakat berjalan mengikuti mekanisme pasar. Artinya, alih teknologi terjadi karena ada kebutuhan/permintaan, mengingat faktor-faktor tertentu, seperti kesenjangan akses informasi, keterbatasan modal, dan kendala geografi.

Oleh sebab itu lanjut Glora Sebayang, dalam proses alih teknologi khususnya Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada masyarakat perlu campur tangan pemerintah untuk akselerasi alias percepatannya.

Sementara itu, Tenaga Ahli P3MD Aceh Tenggara, Fakhrur Razi, MH, yang juga hadir sebagai nara sumber mengatakan, melalui dana pembinaan yang diberikan BPM Aceh Tenggara, diharapkan kreativitas dan produktivitas penyelenggaraan inovasi teknologi tepat guna lebih berdampak positif bagi masyarakat kedepan.

Menurut Fakhrur, komitmen pemerintah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Teknologi Tepat Guna telah dituangkan dalam Permendagri No.20 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui pengelolaan Teknologi Tepat Guna, memberi amanat kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk melakukan pembinaan.

Fakhrur melanjutkan, untuk efisiensi, efektivitas dan sinergitas pembinaan, maka di tingkat kabupaten dibentuk lembaga kemasyarakatan yang disebut Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) yang bertugas memberikan pelayanan teknis, informasi, promosi dan orientasi TTG kepada masyarakat.

Disamping itu, kata Fakhrur, dengan adanya kelembagaan Warung Teknologi (Wartek) hampir seluruh desa di Kabupaten Aceh Tenggara, jalur koordinasi antar kecamatan dalam bidang TTG sudah jelas, di kecamatan ada posyantek dan di desa ada warteknya.

Begitu juga halnya dengan pengelolaan dana desa, kata Fakhrur, melalui APBN diharapkan pengalokasian terhadap Teknologi Tepat Guna benar-benar terlaksana dan kemandirian desa serta kemakmuran masyarakat desa segera terwujud.

Menurut Fakhrur, Teknologi Tepat Guna adalah sebuah teknologi yang dirancang dan diciptakan untuk masyarakat dengan menyesuaikan aspek-aspek lingkungan, kebudayaan, sosial, politik dan ekonomi yang berada di masyarakat. Teknologi ini diciptakan bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melaksanakan segala kegiatannya

Teknologi Tepat Guna dalam konteks pemberdayaan masyarakat, merupakan pemicu pertumbuhan. Pemanfaatan TTG secara optimal oleh masyarakat akan mampu mewujudkan usaha masyarakat yang dapat mengefisiensi ongkos produksi, memperbaiki proses mutu produksi, meningkatkan kapasitas dan nilai tambah produk, sehingga dapat mensejahterahkan masyarakat, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta memberantas kemiskinan.

“Potensi yang dimiliki oleh desa-desa di Aceh Tenggara khususnya, masih banyak yang perlu digali, baik SDM maupun SDAnya. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai stake holder betul-betul diharapkan,” demikian pungkas Fakhrur.[SAS]
Komentar

Tampilkan

Terkini