-->

Aceh Barat Gelar Temu Penyair Nusantara Sekaligus Launching 'Pasie Karam'

25 Juli, 2016, 11.51 WIB Last Updated 2016-07-25T04:52:35Z
IST
JAKARTA – Dewan Kesenian Aceh Barat (DKAB) bersama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar Temu Penyair Nusantara 2016  di Meulaboh, Aceh Barat, 27-30 Agustus 2016.  Acara itu melibatkan sekitar seratus penyair dari berbagai daerah Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Rusia.

Ketua DKAB Teuku Ahmad Dadek mengatakan bahwa dalam kesempatan itu panitia akan meluncurkan buku antologi puisi bersama karya para peserta berjudul Pasie Karam. Buku setebal sekitar 500 halaman itu berisi puisi-puisi 162 penyair, seperti Taufiq Ismail, Ahmadun Yosi Herfanda, Isbedy Stiawan ZS, Maman S. Mahayana, Anwar Putra Bayu, LK Ara, Suminto A Sayuti, Ahmad Kamal Abdullah (Malaysia), Siti Zainon Ismail (Malaysia), Anie Dien (Singapura), Victor Pagodaev (Rusia) dan lain-lain.

Menurut Dadek,  puisi-puisi yang masuk antologi itu adalah hasil seleksi oleh Dewan Kurator terdiri dari Mustafa Ismail, Fikar W. Eda dan D. Kemalawati. “Mereka membaca dan memilih dari sekitar seribu puisi yang masuk ke panitia,” ujar Teuku Dadek.

Selain peluncuran buku, Teuku Dadek menambahkan, Temu Penyair itu juga diisi dengan baca puisi, bedah buku Pasie Karam oleh sastrawan Abdul Hadi WM, kunjungan ke kampung tsunami dan ziarah budaya.

Panitia Temu Penyair Nusantara akan memfasilitasi peluncuran buku puisi terbaru masing-masing penyair peserta pada acara itu. Buku puisi yang hendak diluncurkan adalah yang terbit pada tahun 2016. Untuk persiapan peluncuran, penyair diminta mendaftarkan bukunya untuk diluncurkan dengan mengirimkan gambar kulit buku dan penjelasan singkat tentang buku itu ke email: tadadek@gmail.com.

Para penyair juga akan diajak menyaksikan dan mengikuti Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB). Teuku Dadek menjelaskan, Temu Penyair adalah bagian dari rangkaian pekan kebudayaan itu. PKAB diisi dengan aneka kegiatan seni dan budaya seperti pertunjukan, pameran, festival kuliner, dan lain-lain. 

Temu Penyair Nusantara adalah acara sastra besar kedua yang diadakan di Aceh pada tahun ini. Sebelumnya, di Banda Aceh telah digelar Temu Penyair 8 Negara pada 15-18 Juli 2016. Acara sastra 8 negara tersebut diwarnai peluncuran 27 judul buku puisi, seminar, bedah buku dan kunjungan budaya  di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah mememberi apresiasi tinggi terhadap acara Temu Penyair Nusantara ini. Menurut dia, dunia literasi adalah sebuah indikator kemajuan dan kemampuan sumber daya manusia. “Seharusnya sebuah bangsa yang maju, masyarakatnya harus memiliki empat kemampuan budaya, yaitu budaya berbicara sistematis, mendengar empati, budaya baca dan menulis kreatif,” ujarnya dalam pengantar buku “Pasie Karam”.

Adapun Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Aceh Reza Fahlevi menuliskan bahwa buku Pasie Karam yang menghimpun puisi dari berbagai belahan Nusantara, termasuk Rusia, Malaysia dan Singapura ini,  “Adalah sebuah cerminan bahwa Aceh sedang berupaya menjadikan dirinya think globaly, act localy.”[Rls]

Komentar

Tampilkan

Terkini