-->








Dinkes : Kemungkinan Kecil Vaksin Palsu Beredar di Aceh Tenggara

01 Juli, 2016, 14.16 WIB Last Updated 2016-07-01T07:16:55Z
ACEH TENGGARA - Dinas Kesehatan Kab. Aceh Tenggara melalui Kepala Dinas Dr. Ramulia, Sp.Og mengatakan kemungkinan beredarnya Vaksin Palsu di Aceh Tenggara kecil, Karena untuk memproduksi Vaksin Palsu dibutuhkan Donatur.

"Saya tadi sudah buat surat edaran, pertama ke kepala puskesmas, kemudian ke dokter anak, supaya mereka mewaspadai walaupun sebenarnya kecil kemungkinan vaksin palsu itu kemari. Karena vaksin itu dipalsukan kalau ada orang yang mau bayar, sementara di sini kita bayar orang supaya mau divaksinasi. Kita bayar pake makanan tambahan, dikasih susu dan roti," kata Ramulia kepada LintasAtjeh.com di Gedung Dinkes, Kamis (30/06/2016).

Secara Nasional, tambah Ketua IDI Aceh Tenggara itu, Provinsi Aceh dan Sumatera utara bebas dari vaksin palsu untuk saat ini. "Secara Nasional vaksin palsu tidak ada ke Provinsi Aceh dan Sumatera Utara," tegasnya.

"Sebenarnya gampang mengetahui vaksin itu palsu atau tidak, pertama, lihat kemasan dan tutupnya, yang palsu itu tutupnya sedikit renggang, lalu kalau dikocok cairannya kelihatan bening. Dan sebaliknya kalau yang asli, dikocok cairannya kelihatan keruh atau buram " tutup Dr. Ramulia, Sp.Og, menjelaskan ciri-ciri vaksin palsu kepada LintasAtjeh.com.[MSR]
Komentar

Tampilkan

Terkini