![]() |
| IST |
JAKARTA -
"Tetapi….. tetapi…. tetapi, jika kau tetap maju sebagai calon Gubernur
Ibukota negaraku yang juga negaramu, maka demi bangsa dan negaraku kau kuanggap
sebagai musuhku. Dan aku akan menantang kamu sampai kamu tak berdaya bangkit
lagi. Jika diperlukan “perang” maka saya akan berperang habis-habisan melawan
kamu sampai kamu kalah dan tak berdaya.
Setelah itu, aku akan memeluk kamu
Kawan. Dan aku akan meminta maaf, karena aku harus menyelamatkan bangsa dan
negaraku dari cengkraman sebuah grand design yang menakutkan bangsaku".
Begitulah penggalan isi
surat terbuka Andre Hirata Sang Penulis Buku Laskar Pelangi. Begini isi lengkap
surat terbuka tersebut :
Selamat pagi Kawan. Saya
berurai air mata ketika saya harus menyampaikannya kepada teman saya sendiri
yang sangat baik kepada saya. Saya termasuk mengagumi sepak terjang,
keberanian, dan obsesi yang ia miliki untuk membangun negeri ini. Saya juga
seperti teman-temanya yang lain bahwa Jakarta memang membutuhkan sosok seperti
dia saat ini. Kasar, tegas, dan pemberani. Karena Jakarta telah menjadi kota
metropolis para “pembajak negara”.
Tetapi demi negara dan
bangsaku yang tercinta ini, aku terpaksa mengatakan kepadanya bahwa aku meminta
kamu untuk tidak menjadi Gubernur Ibukota negaraku Indonesia yang juga
negaramu. Karena kamu sekarang tidak lagi berdiri sendiri. Di belakangmu
sekarang sudah banyak pihak yang berkepentingan yang amat besar dan jangka
panjang. Ada grand design di belakangmu yang tidak bisa kau tolak, Kawan. Dan
kamu harus tau dan paham bahwa grand design itu amat menakutkan bagi bangsaku
saat ini, yang juga bangsamu.
Saya katakan, kau masih
ingat ketika kita bicara di Cikini, akulah orang pertama yang menyumbang ke
rekening perjuanganmu untuk berpasangan dengan Jokowi memimpin Jakarta. Bahkan
aku mengajak teman-teman lainnya untuk ikut menyumbang. Dan kau sukses. Seiring
itu, kita masih sering bercanda melalui BBM. Kita bangga kepadamu Kawan.
Kawanku, kini kau tidak
sendirian. Ada grand design di belakangmu yang sangat menakutkan bangsaku ini.
Jika kau mundur sebagai calon Gubernur Ibukota negaraku yang juga negaramu,
maka aku akan sangat bangga kepadamu dan kau tetap menjadi teman terbaikku yang
pernah aku kenal sejak kita remaja di pulau tercinta kita, Belitung.
Tetapi…..tetapi….tetapi, jika
kau tetap maju sebagai calon Gubernur Ibukota negaraku yang juga negaramu, maka
demi bangsa dan negaraku kau kuanggap sebagai musuhku. Dan aku akan menantang
kamu sampai kamu tak berdaya bangkit lagi. Jika diperlukan “perang” maka saya
akan berperang habis-habisan melawan kamu sampai kamu kalah dan tak berdaya.
Setelah itu, aku akan memeluk kamu Kawan. Dan aku akan meminta maaf, karena aku
harus menyelamatkan bangsa dan negaraku dari cengkraman sebuah grand design
yang menakutkan bangsaku.
Itulah aku Kawan,
sahabatmu. Kita sama-sama punya mimpi besar terhadap bangsa dan negara ini
sebagai anak Laskar Pelangi. Pahamilah bahwa saya cinta kamu, saya bangga
melihat kamu sekarang. Semoga kamu mengerti sikap saya ini. Terima kasih. Andre
Hirata.[NBCIndonesia.com]



.jpg)



