-->








Irwan Djohan: Data IDC Tidak Salah, Pak Rustam Effendi Juga Benar

14 Agustus, 2017, 21.48 WIB Last Updated 2017-08-14T14:48:48Z
BANDA ACEH - Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan menanggapi pernyataan dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah Rustam Effendi, yang menyebutkan bahwa data terkait persentase kemiskinan di Aceh dalam 10 tahun terakhir yang dipublikasi oleh lembaga Irwan Djohan Center (IDC) keliru. Menurut Irwan Djohan, pernyataan Rustam Effendi itu benar, namun ia juga mengatakan bahwa data IDC tidak salah.

"Pak Rustam Effendi benar, saya ucapkan terima kasih atas koreksinya. Tapi data IDC juga tidak salah. Yang salah menurut Pak Rustam adalah kesimpulan teman-teman di IDC bahwa prestasi Pemerintah Aceh dalam 10 tahun terakhir ini adalah yang terbaik di Sumatera," ujar Irwan Djohan.

Irwan Djohan mengakui, data IDC hanya menunjukkan total persentase jumlah penduduk miskin yang berkurang selama lima tahun masa pemerintahan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf serta lima tahun masa pemerintahan Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari 10 provinsi, IDC membuat kesimpulan bahwa kinerja penurunan kemiskinan Pemerintah Aceh adalah yang terbaik di Sumatera.

"Jadi kesimpulan bahwa Aceh yang terbaik di Sumatera itu yang salah menurut Pak Rustam Effendi. IDC menyimpulkan bahwa dalam lima tahun masa pemerintahan Irwandi-Nazar dulu telah terjadi pengurangan kemiskinan di Aceh sebesar 7,19 persen. Kemudian dalam lima tahun masa Zaini-Muzakir terjadi pengurangan 2,57 persen. IDC menyebutkan angka-angka itu sebagai progres, ini yang keliru menurut Pak Rustam," kata Irwan Djohan.

Lebih lanjut Irwan Djohan mengatakan, bahwa persentase penduduk miskin yang berkurang selama 10 tahun di Aceh itu benar. Begitu juga data mengenai persentase di provinsi-provinsi lainnya. Namun perbedaan yang mengemuka adalah soal kinerja dari pemerintahan di setiap provinsi.

"Pak Rustam Effendi juga pakai data yang sama, angkanya persis sama. Tapi IDC cuma menghitung persentase total pengurangan kemiskinannya, sedangkan Pak Rustam menghitung kinerja rata-rata per tahun. Jadi menurut Pak Rustam, dalam lima tahun terakhir ini bukan Pemerintah Aceh yang terbaik, tapi Provinsi Lampung, disusul Kepulauan Riau dan Sumatera Barat, baru kemudian Aceh di posisi ke empat," urai Irwan Djohan.

Dalam pernyataannya tentang kekeliruan IDC, Rustam Effendi mengoreksi angka persentase pengurangan kemiskinan di masa Irwandi-Nazar bukan 7,19 persen, melainkan hanya 5,11 persen per tahun. Sedangkan prestasi penurunan kemiskinan di masa Zaini-Muzakir bukan 2,57 persen, tetapi hanya 2,33 persen per tahun. 

Irwan Djohan mengakui akan menganalisa lebih lanjut tentang hal itu, karena menurutnya koreksi dari pakar ekonomi penting untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Ia berencana mengundang Rustam Effendi untuk rapat bersama dengan BPS Aceh di DPRA pada bulan Oktober 2017.

"Insya Allah akan saya undang Pak Rustam Effendi ke DPRA untuk rapat koordinasi dengan pihak BPS Aceh. Teman-teman IDC dan media juga kita undang. Rapat itu nanti kita buat di bulan Oktober, karena menunggu hasil publikasi data kemiskinan terbaru dari BPS di bulan September. Setiap tahun kan BPS mengeluarkan data dua kali, yaitu di bulan Maret dan September," sebut politisi Partai NasDem itu.[*]
Komentar

Tampilkan

Terkini