Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Tgk. Ridwan Abdullah: GAM Oposisi Untuk Mengawal Implementasi MoU Helsinki

Share it:
BANDA ACEH - Mantan Kombatan yanh tergabung dalam GAM Oposisi mengkritik hak-hak Aceh yang belum terealisasi pasca MoU Helsinki ditandatangani 15 Agustus 2005 di Finlandia, Swedia.

Salah satunya Tgk. Ridwan Abdullah yang berhimpun dalam wadah Front Gerakan Marwah Aceh (F-GMA), menyampaikan Aceh tidak lagi dalam masa intimidasi dan propaganda. Kita harus membangkitkan generasi yang berkualitas dengan memberikan ilmu pendidikan yang baik di tingkat dayah maupun di tingkat lembaga pendidikan.

Selain itu, ia menegaskan keberadaan GAM Oposisi serta Front Gerakan Maruah Aceh (FGMA) yakni untuk mempertahankan martabat Aceh. Karena sejauh ini tidak ada pimpinan pusat yang dapat kita minta solusi terkait berbagai persoalan di Aceh.

"Pihaknya siap menyerukan kepada masyarakat Aceh untuk menuntut realisasi apa yang pernah ada dalam perjanjian damai. Pihaknya juga meminta masyarakat Aceh untuk bersatu padu menuntut hak-hak Aceh yang belum diberikan. Karena sejauh ini belum ada pimpinan yang memikirkan tentang nasib Aceh. Oleh karenanya mengajak para panglima dan pejuang Aceh untuk mengawal masa depan Aceh, jangan sampai kita terus dipermainkan," ujarnya.

Tgk. Ridwan Abdullah, juga menyindir kalau anggota perwakilan rakyat asal Aceh yang ada di Jakarta, selama ini tidak ada yang bisa memberikan solusi dan membuat kebijakan bagi Aceh. Sejauh ini pemimpinan yang ada hanya mengedepankan visi dan misinya atau hanya memikirkan keuntungan kelompoknya.

"Maka dari itu, mengajak semua pihak untuk saling berkoordinasi dan duek pakat dalam rangka membuat musyawarah besar guna membicarakan nasib dan masa depan Aceh," ajaknya.

Ia juga berpesan agar seluruh tokoh masyarakat dan para petinggi di Aceh untuk dapat bersatu padu, jangan sampai terpecah belah menghadapi Pilpres dan Pileg 2019.

"Salah satu tujuan kegiatan ini juga untuk membicarakan sikap kita dalam Pilpres dan Pileg kedepan. Silahkan berkompetisi dalam Pemilu, namun harus tetap menjaga suasana kondusif. Harapannya, Presiden dan anggota dewan yang terpilih nantinya untuk dapat memikirkan nasib Aceh," harap Tgk. Ridwan Abdullah saat konferensi pers GAM Oposisi, Kamis (26/09/2018), di Lampineung Kupi Jln. Panglima Nyak Makam Kec. Ulee Kareng Kota Banda Aceh.[DA/Red]
Share it:

politik

Post A Comment: