Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Babinsa Kodim 0107/Asel Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Berita Hoax

Share it:
ACEH SELATAN - Babinsa Kodim 0107/Aceh Selatan dari Koramil 10/Labuhanhaji Barat, Serda Hendrik Hermanto menghimbau kepada masyarakat desa binaannya untuk tidak terprovokasi atau terpengaruh dengan berita hoax.

Hal tersebut disampaikannya pada saat melaksanakan anjangsana ke Desa Ujung Padang, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kamis (08/11/2018) dalam rangka mensosialisasikan pemilu damai yang akan berlangsung tahun 2019 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Hendrik juga menjelaskan bahwa mendekati pemilu ini, banyak berita-berita hoaks menyebar dimedsos atau lain sebagainya. Kemungkinan sengaja dikembangkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Kepada masyarakat jangan terpengaruh berita hoaks karena hanya bisa memecah belah persatuan dan kesatuan. Sebaiknya bertindak dengan bijak dengan mengecek terlebih dahulu kebenarannya," ujarnya.

Menurut Babinsa Koramil Labuhanhaji Barat (Labar) ini, penyebaran hoaks kerap terjadi pada momen mendekati pesta demokrasi untuk tujuan mengupgrade dan mendowngrade salah satu pasangan calon yang bertarung pada pemilu.

Selain itu, penyebaran hoaks melalui tehnologi informasi saat ini  memberikan dampak negatif, meresahkan dan menimbulkan disharmonisasi di antara kalangan masyarakat.

"Dampak ini yang tidak kita inginkan terjadi di kalangan masyarakat. Makanya selaku aparat kewilayah, kami senantiasa selalu memberikan pemahaman kepada warga untuk selalu menjaga harmonisasi ini sehingga terwujud pilkada damai," tuturnya.

Oleh karena itu, Serda Hendrik mengharapkan agar masyarakat harus pandai memilah-milah informasi yang tepat. Tidak semua berita yang beredar baik dimedia maupun dari mulut orang kita terima begitu saja, lebih baik identifikasi dulu kebenarannya.

"Ciri berita hoaks yang kerap sekali mendominasi media sosial belakangan ini seperti informasi atau konten tidak jelas sumbernya, mengandung unsur fitnah dan tuduhan, tidak ditemukan di media baik online, elektronik maupun cetak, menghardik seseorang dan lainnya yang terdengar konyol," demikian pungkasnya.[*/FA]
Share it:

tni

varia

Post A Comment: