Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Bireuen 'Surganya' Kuliner di Aceh

Share it:
TERBENTANG dari Samalanga sampai Gandapura, Kabupaten Bireuen menyimpan sejuta potensi wisata. Salah satu potensi tersebut yaitu kuliner. Kabupaten yang dikenal sebagai "segitiga emas" ini ternyata memiliki banyak sekali kuliner khas yang tersebar di hampir semua kecamatannya. 

Sate matang misalnya, kuliner yang memiliki keunikan tersendiri ini berasal dari Matanggelumpangdua, Kecamatan Peusangan. Perpaduan daging sapi atau kambing yang telah dibakar diatas tungku arang berpadu dengan kuah soto dan sambal kacang menghasilkan rasa yang akan menggoyang lidah bagi setiap orang yang mencobanya. Tidak heran, sate Matang kini menjadi primadona kuliner di Aceh yang bahkan sudah bisa ditemukan diluar provinsi ini.

Dimulai dari Tanah Samalanga yang terkenal dengan wisata alam Batee Iliek, tidak lengkap rasanya jika belum mencoba rujak Batee Iliek yang menggugah selera. Kecamatan di ujung barat Kabupaten Bireuen ini juga memiliki kuliner khas lainnya yaitu Kanji Rumbi Samalanga yang dapat ditemui di kala bulan ramadhan tiba. 

Beralih ke Kecamatan Simpang Mamplam, disini dapat ditemukan pulot ijo dengan perpaduan warna hijau alami dan aroma yang harum dikarenakan dibuat dengan menggunakan daun pandan. Pulot ijo ini dapat dengan mudah ditemui di sekitar Cot Batee Geulungku. 

Selanjutnya Kota Juang dan sekitarnya yang memiliki kuliner nagasari dengan warna hijau alami daun pandan. Selain nagasari yang bisa dijadikan buah tangan, Kota Juang juga menawarkan keripik aneka rasa dari yang manis hingga pedas. 

Makan siang atau malam di Bireuen akan lebih nikmat kalau ditemani oleh Bu Sie Itek Bireuen yang bisa membuat ketagihan. Tidak lengkap juga rasanya kalau ke Kota Juang jika tidak menikmati mie pangsit Bireuen dan mie limpak. Kedua kuliner yang diperkenalkan oleh etnis Tionghoa di Bireuen ini disesuaikan dengan selera lidah lokal sehingga memberikan keunikan tersendiri. 

Di Kecamatan Kuala terdapat kue bingkang yang nikmat. Sedikit berbeda dengan Adee di Meureudu, bingkang kuala rasanya lebih lembut dan sangat cocok bagi penikmat kuliner yang menyukai kue dengan tekstur lembut seperti bingkang kuala. 

Selanjutnya di Kecamatan Peusangan dapat ditemui sate Matang yang sudah terkenal. Selain itu, Peusangan juga menawarkan Bada on Mancang. Pisang goreng yang memiliki bentuk tipis ini memiliki aroma dan rasa yang berbeda dengan pisang goreng lainnya karena telah ditambahkan daun bacang dalam adonan tepungnya. 

Mampir di Peusangan juga tidak salahnya untuk mencoba rujak Cot Buket. Dengan pilihan tekstur lembut atau kasar, pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan selera penikmat rujak. 

Dari pesisir Jangka yang memiliki pantai yang indah, kawasan ini dikenal sebagai salah satu penghasil Pliek U (patarana) terbaik di Aceh. Pliek U Jangka juga digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan kukiner khas Aceh yaitu Gulee Pliek. Selain itu, Pliek ini juga kini telah banyak dijual untuk dibuat salak pliek. 

Beralih ke Kecamatan Kutablang, pemburu kuliner harus mencoba bakso gatok yang dijual dengan harga yang murah namun tetap dengan kualitas rasa yang nikmat. Bila haus, Kutablang juga menawarkan rujak manisnya yang manis tanpa pemanis buatan dan telah ada sejak tahun 1970-an. 

Yang terakhir di ujung timur Kabupaten Bireuen yaitu Kecamatan Gandapura. Di kecamatan yang berpusat di Geurugok ini selalu ramai oleh penikmat kuliner sate Matang yang lebih dikenal dengan nama tempatnya yaitu Sate Apaleh. Namun Gandapura juga menawarkan kuliner tersendiri yaitu mie kocok Geurugok. Mie kocok boleh ada dimana saja, tapi mie kocok Geurugok tetap yang memiliki keistimewaannya tersendiri.

Sebagai kabupaten yang memiliki banyak potensi kuliner, tidak ada salahnya jika Bireuen layak disebut sebagai "Surga Kuliner'. Apalagi selama ini kuliner merupakan potensi utama wisata di Kabupaten ini. Setiap pengendara yang melewati Jalan Banda Aceh-Medan bisa mampir di Bireuen untuk mencoba kulinernya atau sekedar membeli buah tangan untuk kerabat. 

Banyaknya jenis kuliner yang dimiliki serta kekhasan yang tidak ditemukan di kuliner daerah lain menjadi identitas tersendiri bagi kuliner Kabupaten Bireuen. Kedepan, perlu dibangun sentra kuliner seperti pusat jajanan selera rakyat (pujasera) agar wisatawan dapat dengan mudah menikmati semua kuliner khas Bireuen. 

Ayo ke Kabupaten Bireuen, surganya kuliner!!! 

Penulis: Mulkan Kautsar (Duta Wisata Bireuen 2018)
Share it:

Kuliner

Post A Comment: