0 TARC Solo Raya: Penetapan Tersangka KH Slamet Ma'arif 'Made By Order' - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

TARC Solo Raya: Penetapan Tersangka KH Slamet Ma'arif 'Made By Order'

Share it:
SOLO - KH Slamet Ma'arif statusnya sebagai Saksi, saat ini sudah ditetapkan sebagai Tersangka oleh Polresta Surakarta. KH Slamet Ma'arif terkait dengan kegiatan Tabligh Akbar dan dugaan pelanggaran UU Pemilu.

Menyikapi hal itu, Koordinator Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Solo Raya, Dr. Muhammad Taufiq, SH, MH, didampingi Humas TARC Endro, Sudarsono, S.Pd dan sejumlah pengurus lainnya menggelar jumpa pers di Roemah Djoeang Kantor MT & P Lama, Lawiyan, Solo, Senin (11/02/2019).

"Tabligh Akbar PA 212 tanggal 13 Januari 2019, panitia telah menyampaikan surat pemberitahuan ke pihak yaitu Polsek Pasar Kliwon, Polresta Surakarta, Polda Jateng, Dishubkominfo Kota Surakarta, Kesbangpol Kota Surakarta dan koordinasi dengan Bawaslu Kota Surakarta," terang Koordinator TRAC.

Dijelaskannya juga, panitia juga telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa Tabligh Akbar PA 212 adalah murni kegiatan keagamaan bukan kegiatan kampanye.

"Panitia dilarang Satpol PP untuk mendirikan panggung di barat Bundaran Gladak," ungkapnya.

Muhammad Taufiq juga mengungkapkan bahwa sebagian peserta Tabligh Akbar dilakukan penyekatan dan penghadangan di wilayah Solo Raya dan perbatasan Jateng-Jatim.

"KH Slamet Ma'arif akan dipanggil sebagai Tersangka pada hari Rabu, 13 Februari 2019 di Mapolres Surakarta," sebutnya.

Terkait hal itu, kata Muhammad Taufiq, ada kesan penyikapan khusus terhadap Tabligh Akbar 212 di Solo oleh pihak aparat. 

"Pada pemeriksaan pendahuluan tidak menemukan kesalahan, sehingga perkara ini dinilai prematur. Perkara ini 'Made By Order', mengejar batas waktu 14 hari sejak dilimpahkan dari Bawaslu ke Polresta Surakarta," tukasnya.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, TARC akan melaporkan ke Kabid Propam Mabes Polri. "Terkait hal ini, meminta kepada Polri untuk profesional dan independen, tidak berat salah satu capres dan cawapres," harap Muhammad Taufiq.[*/Red]
Share it:

hukrim

Post A Comment: