Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Kota Langsa Rayakan Earth Hour Pertama 

Share it:
LANGSA - Kota Langsa diantara 7000 kota lainnya di seluruh dunia mengadakan Switch Off. Event ini diorganisir oleh Gerakan Earth Hour Kota Langsa atas dukungan Pemerintahan Kota Langsa dan WWF Indonesia Northern Sumatra. Acara yang diadakan meriahkan, di lapangan merdeka Kota Langsa, Sabtu malam (30/03/2019). 

Dihadiri langsung oleh WaliKota Langsa Usman Abdulllah, para Porkopimda dan OPD Kota Langsa, Serta WWF Indonesia Northen Sumatra. Earth Hour ini serentak diadakan di 180 negara suluruh dunia selama 60 menit dari pukul 20.30-20.30 Waktu Setempat. 

Seremoni mematikan lampu ini secara Simbolis dimulai oleh Wali Kota Langsa Tgk Usman Abdullah, SE, serta bersama-sama dengan muspida menyalakan lilin bertajuk 60+. Beberapa icon Kota Langsa yang juga di matikan yakni Balai Juang, Lapangan Merdeka, Tugu Bambu Runcing, dan Tugu Simpang Komodor. 
Acara tersebut dimeriahkan oleh Ikatan Mahasiswa Sumatra Utara, Ikatan Mahasiswa Karo, Himpunan Mahasiswa Geografi Universitas Samudra, dan Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris Universitas Samudra. 

Pada Acara ini juga dilaksanakan pemberian Penghargaan kepada 3 Instansi/LSM yang selama ini ikut menjaga dan melestarikan Lingkungan di Kota Langsa, yaitu SMK Negeri 1 Kota Langsa, Bale Jurong, Kelompok Kuala Maju. Pada kesempatan itu, WaliKota Langsa Usman Abdulllah menghimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan energi agar memberikan kesempatan bagi warga langsa menikmati lingkungan yang sehat dan segar bagi generasi mendatang. 

"Oleh sebab itu mari kita jaga lingkungan kita agar memberikan kesempatan bagi anak cucu kita menikmati lingkungan yang bersih dan nyaman," katanya. 
Selain itu, ia juga mengajak, segenap Warga untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai di Kota Langsa dan mengurangi pemakaian plastik. Karena sumber air yang dibutuhkan Warga ada di aliran sungai ini. Jika air kotor maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat. 

"Sumber air yang ada di Kota Langsa berasal dari aliran sungai yang ada. Jika sampah selalu di buang ke aliran sungai maka ini akan berdampak bagi kesehatan masyarakat. Mari sama-sama mengambil bagian dalam penghijauan Kota dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya," ujarnya. 
Sementara itu, Koordinator program WWF Indonesia-Northern Sumatra Munawaratul Makhya, menghimbau, masyarakat Kota Langsa menjadikan Earth Hour ini sebagai momentum untuk menciptakan pola hidup yang lebih ramah lingkungan. 

“Kita berharap agar semangat Earth Hour ini dituangkan dalam pengelolaan kota yang lebih ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kita sangat mengapresiasi komitmen pemerintah kota Langsa yang telah mendukung acara ini, serta kerja keras volunteer yang terdiri dari anak-anak muda yang peduli lingkungan, semoga ke depan dapat dijadikan agenda rutin untuk meningkatkan kesadartahuan masyarakat," pungkas Munawaratul Makhya.
Share it:

feature

news

Post A Comment: