-->

Peusaba: Kembalikan Nama Jalan Sultan Muhammad Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail

02 Agustus, 2019, 11.14 WIB Last Updated 2019-08-02T04:14:33Z
BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman meminta Pemerintah Banda Aceh agar segera mengganti nama Jalan Muhammad Jam ke nama asli jalan menjadi Sultan Muhammad Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail atau sekarang disingkat jalan Muhammad Jam. 

Peusaba tidak ingin ada pengaburan sejarah apalagi kawasan makam berada di belakang Mieso Hendra Hendri tertutup dan tidak bisa diakses sedangkan di samping dibangun rumah yang menjepit kawasan Nisan Sultan Muhammad Jamalullail atau Sultan Muhammad Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. 

Peusaba mengingatkan Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726) adalah salah satu Sultan besar di Aceh yang memiliki hubungan kuat dengan Raja Perlis dan Sulu.

"Jika makam tertutup maka akan hilang sejarah terpenting Aceh. Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail adalah Sultan Adil yang pada masanya Aceh mencapai kemajuan dan hubungan dengan berbagai bangsa," jelasnya.

Masih terang Mawardi, beliau adalah Seorang Sayid keturunan Sayid dari Mekkah yang datang ke Aceh utusan Syarif Mekkah yang berkunjung masa Sultanah Zakiatuddin. 

"Setelah berakhirnya Dinasti Kamalatsyah maka naiklah Dinasti Sayid salah satu yang terbesar Dinasti Sayid adalah Sultan Muhammad Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail," kata Mawardi.

Maka Peusaba meminta Pemerintah Banda Aceh mengembalikan nama asli jalan ke Jalan Sultan Muhammad Jamalullail dan juga membersihkan kawasan dari tempat penjualan bakso,  rumah dan dibangun taman serta akses jalan. 

"Ingat Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail adalah bukti koneksi Internasional Aceh-Mekkah-Turki dan Malaysia-Filipina," tandasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini