0 Warga Simeulue Barat Mengeluh Poniharjo Diduga Tak Bayar Upah Buruh Bangunan  - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Warga Simeulue Barat Mengeluh Poniharjo Diduga Tak Bayar Upah Buruh Bangunan 

Share it:
SIMEULUE - Ali Muksin alias Sarda (40) warga Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat berprofesi sebagai buruh bangunan mengeluh terkait janji - janji manis Poniharjo yang terjadi terhadap dirinya sejak tahun 2014 lalu hingga saat ini, Kamis (10/10/2019). 

Menurutnya, janji-janji Poniharjo yang saat ini telah menjabat sebagai salah satu anggota DPRK Simeulue itu yaitu tentang upah kerja dirinya sebagai buruh di pembangunan rumah Duafa Simeulue dengan sumber dana Otsus tahun 2014 lalu. 

"Pada saat itu Poniharjo adalah kontraktor pembangunan rumah duafa di Simeulue sementara saya bekerja sama dia sebagai buruh di lapangan dengan upah 2 juta rupiah per unit rumah," kata Sarda kepada LintasAtjeh.com. 

"Hasil keringat saya kerja sama dia tidak di bayar hingga saat ini sebanyak Rp. 20 juta rupiah. Soal ini saya sudah berkali - kali memohon dan menagih upah kerja saya tetapi Poniharjo tidak peduli dan malah janji dan janji hingga saat ini," ungkapnya sembari berlinang air mata. 

Menurut Sarda, Poniharjo tidak melunasi uang upah kerja dirinya sebagai buruh bangunan bukan karena tidak ada keuntungan di proyek yang berjumlah 120 unit rumah duafa tersebut namun karena dirinya terlalu sabar menunggu upah kerja dari sang kontraktor. 

Sarda berharap Poniharjo berhenti berjanji serta ingkar janji dan segera membayar uang upah kerjanya yang selama ini ia tunggu dari waktu ke waktu sejak tahun 2014 lalu tanpa realisasi hingga saat ini. 

"Kepada Poniharjo tolonglah bayar upah kerja saya karena saya sangat berharap dan membutuhkan uang tersebut sesuai kesepakatan kita dan sesuai janji pak Poniharjo yang juga di saksikan oleh istri saya dan saudara D saat hendak pemilu yang lalu," tandas Sarda. 

Sementara itu Poniharjo saat di konfirmasi mengatakan, Alimuksin alias Sarda tersebut dulu masih ada hubungan keluarga dengan dirinya dan menurutnya soal upah kerja itu jika di hitung-hitung pihak Sarda tidak layak lagi menerima pembayaran. 

"Jadi kito indak baretong bana samo inyo, kalau kito baretong habis - habisan mungkin bukan lagi inyo manarimo, jadi kapatang itu bantu ambo kecek nyo bak po caroenyo dan alah ambo kecekan dakek inyo kalau kito baritung mungkin alah balabih pakcik tarimo. (Jadi kita tidak beritung kali sama dia, kalau kita berhitung habis - habisan mungkin bukan lagi dia yang menerima (pembayaran), jadi kemarin itu bantu saya katanya bagaimana caranya dan sudah saya katakan kepada nya kalau kita beritung mungkin sudah berlebih pakcik terima (pembayaran)," ujarnya.

"Cuman iko kan pribadi, kalau pribadi ambo bulih cuman tunggu dulu ambo sedang balun bakepeng, kalau soal karajo kito kan alah salasai dak ado lagi. (Cuman ini kan pribadi, kalau pribadi saya boleh cuman tunggu dulu saya sedang belum ada uang, kalau soal kerja kita itu kan sudah selesai tidak ada lagi)," tandas Poniharjo mengutip pembicaraannya dengan Sarda.   [FIR]
Share it:

news

Post A Comment: