0 Peringati Hari Pahlawan, Pemerintah Aceh Santuni Ahli Waris - Lintas Atjeh

Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Peringati Hari Pahlawan, Pemerintah Aceh Santuni Ahli Waris

Share it:
BANDA ACEH - Dalam mengisi peringatan Hari Pahlawan 10 November, Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh memberikan santunan kepada ahli waris "Pahlawan Perintis Kemerdekaan" dan para Veteran pada acara temu ramah di Anjong Mom Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu (10/11/2019).

Iskandar, S.Sos, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Aceh yang merupakan Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat dan memperkokoh jiwa nasionalisme sekaligus sebagai wujud kepedulian kepada para ahli waris pahlawan yang ditinggalkan oleh para pejuang dan Pahlawan Kusuma Bangsa.

"Temu ramah dengan keluarga pahlawan ini merupakan wujud kepedulian dan ungkapan terimakasih kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan NKRI," ujarnya.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkokoh jiwa nasionalisme serta memperkuat persatuan dan kesatuan pada generasi penerus bangsa," imbuh Iskandar.

Lanjutnya, Pemerintah Aceh memberikan apresiasi kepada pejuang perintis kemerdekaan dan pahlawan kusuma bangsa sebagai bentuk penghargaan serta kepedulian pemerintah beserta masyarakat atas jasa-jasa para pahlawan.

"Karena itu, Pemerintah Aceh akan menyerahkan kepada keluarga ahli waris berupa penghargaan bantuan dalam bentuk masing-masing 3 juta rupiah untuk 56 keluarga ahli waris," terangnya.

Dr. M. Jakfar, SH, MH, Asisten I Pemprov Aceh dalam sambutannya mengatakan bahwa negara tanpa pahlawan sama maknanya dengan negara tanpa kebanggaan. Bila sebuah negara tidak memiliki tokoh yang bisa dibanggakan, berarti negara itu kurang bermartabat.  

"Tidak ada negara di dunia ini yang berdiri tanpa perjuangan, maka itu setiap negara pasti memiliki tokoh yang disebut pahlawan bangsa. Keberadaan para pahlawan menunjukkan kalau di masa lalu negara tersebut punya landasan yang kuat untuk menegakkan jati dirinya," katanya.

Semangat itu pula yang telah ditunjukkan Pahlawan Bangsa saat menegakkan kedaulatan NKRI di masa lalu. Terbukti, perjuangan mereka membuahkan hasil, dimana sejarah mencatat bahwa tidak ada satu jengkalpun tanah Aceh yang aman dan teduh bagi penjajah. 

"Ketika nyaris seluruh nusantara dikuasai Belanda, Bumi Iskandar Muda ini justru masih mampu berdiri tegak dan menjadi inspirasi bagi perjuangan masyarakat lainnya di Indonesia," paparnya.

Semua itu jelas menunjukkan betapa tingginya kecintaan para pahlawan terhadap Bangsa dan Tanah Air ini. Mereka sangat yakin bahwa cinta Tanah Air adalah sebahagian dari iman, oleh karena itu perjuangan mereka tak mengenal akhir. Semangat inilah yang layak menjadi contoh bagi semua serta para generasi masa depan Aceh.

Pada kondisi sekarang ini, sambung dia, ketika berbicara tentang pahlawan tentu tidak sekedar mengenang perjuangan mereka saat mengusir panjajah di masa lalu. Semangat kepahlawanan itu sejatinya mampu memberi kekuatan untuk menyelesaikan beragam masalah yang ada saat ini, seperti masalah kemiskinan, kebodohan, pengangguran, pencemaran lingkungan, korupsi, dan berbagai kasus yang mengancam pudarnya nasionalisme Indonesia. 

"Sesungguhnya inilah makna penting di balik Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November," tegas Jakfar.

"Jadi, semangat para pahlawan dalam berjuang untuk memerdekakan bangsa ini harus kita contoh dalam mengisi kemerdekaan seperti sekarang. Dengan menanamkan nasionalisme serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan salah satu wujud penghargaan terhadap para pahlawan," tandasnya. [*]
Share it:

varia

Post A Comment: