-->

Darud Donya Ingatkan Pemerintah dan Rakyat Aceh Soal Peran Besar Sultan Sayed Jamalul Alam

14 Desember, 2019, 16.24 WIB Last Updated 2019-12-14T09:24:45Z
BANDA ACEH - Ketua Yayasan Darud Donya, Cut Putri mengingatkan Pemerintah dan Rakyat Aceh agar selalu mengingat jasa nenek moyang atau indatu, sebab karena jasa merekalah hari ini kita ada. 

Darud Donya mengingatkan bagaimana Sultan Sayed  Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail telah gigih melindungi kawasan Sumatera dan dunia Melayu dari imperialisme Asing dan peran beliau menyebarkan Islam di kawasan Asia Tenggara hingga Hindia.

Ketika Sultanah Kamalat Syah (1688-1699) Sultanah Aceh ke empat turun tahta, maka diangkatlah Sultan Badrul Alam Syarif Hasyim Jamalullail (1699-1701. Kemudian karena mengalami sakit maka Sultan digantikan oleh Sultan Perkasa Alam Syarief Lamtui (1701-1703), setelah itu naiklah tahta Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726). 

Adalah Sultan ini terkenal adil dan bertaqwa kepada Allah. Sangat alim dan dihormati. Sultan Jamalul Alam memimpin dengan adil hingga segala rakyat makmur dan pelabuhan penuh dengan kapal dagang, sehingga Aceh kaya raya. Sultan Jamalul Alam juga berencana merebut Malaka dari Belanda namun karena persiapan militer belum siap akhirnya rencana itu ditunda.

Pada masa beliau banyak pedagang Aceh yang datang berdagang ke India. Sultan Jamalul Alam juga membina hubungan dengan Dunia Eropa, termasuk mengirim surat ke Gubernur Belanda Terabadi/Terquaband, juga menjalin hubungan dengan Denmark, yang telah terjalin sejak masa Sultan Iskandar Muda. Bahkan Utusan Denmark, Isbilur, mendapatkan rumah dari Sri Sultan, ini amat menyenangkan pedagang sehingga pedagang bertambah banyak. 

Pada saat yang sama Sultan juga memerintahkan pembuatan Undang-Undang Aceh dan menyalin kembali adat istiadat Aceh zaman dahulu kala, serta silsilah Raja-raja Aceh zaman dahulu kala. 
Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail amat bersemangat membangun Aceh Darussalam. 

Sekilas sejarah Islam Aceh memberikan pelajaran besar bagi masa depan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

"Darud Donya mengajak seluruh rakyat dan bangsa Aceh, untuk merawat ingatan akan sejarah besar Aceh. Karena sejarah adalah pelita penyuluh, penerang jalan menuju masa depan," ujar Cut Putri, Sabtu (14/12/2019).[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini