Iklan

Gempar!!! Kini Muncul Kerajaan Baru di Blora

16 Januari, 2020, 21.44 WIB Last Updated 2020-01-16T14:44:48Z
Indonesia dibuat geger dengan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah karena diduga terkait penipuan. Kini muncul kerajaan baru bernama Keraton Djipang di Cepu, Blora.

BLORA - Beberapa waktu belakangan, Indonesia terus dibuat geger dengan adanya kerajaan bertajuk Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Kasus semakin ramai dibicarakan lantaran Polda Jateng menilai ada penipuan terselubung dalam praktik kerajaan tersebut.

Namun rupanya Keraton Agung Sejagat bukan satu-satunya kerajaan yang berdiri di tengah NKRI. Dilansir dari Detik News, ternyata ada sebuah kerajaan bernama Keraton Djipang yang berdiri di Kabupaten Blora, tepatnya di Kecamatan Cepu.

Informasi ini pun dibenarkan oleh Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang. Antonius mengakui keberadaan Keraton Djipang tersebut dan mengklaim sedang memantau kegiatan mereka. Namun demikian, Antonius menilai belum ada pergerakan yang mencurigakan atau merugikan masyarakat, seperti Keraton Agung Sejagat, dari kerajaan tersebut.

"Sampai saat ini saya belum melihat itu, Mas. Tapi nanti saya akan cek terlebih dahulu," ujar Antonius pada Kamis (16/1). "Sampai saat ini tidak ada (pergerakan yang merugikan), aman."

Menyadari bahwa kerajaannya berpotensi dicurigai masyarakat, Raja Keraton Djipang, PRA Barik Barliyan Surowiyoto pun angkat bicara. Barik menegaskan kerajaannya tetap berdiri lantaran merupakan aset sejarah dan budaya. Menurutnya, sebuah kerajaan pernah berdiri di wilayah tersebut.

"Ini kembali muncul di permukaan karena sebagai upaya kami untuk tetap melestarikan sejarah dan budaya yang ada," terang Barik. "Saya memang ada keturunan dari Adipati Jipang, Arya Penangsang."

Barik juga menegaskan Kerajaan Djipang berbeda dengan Keraton Agung Sejagat. Ia pun memastikan kerajaannya telah terdaftar secara legal di Indonesia.

"Kami ada historikalnya, dulu memang sudah ada (kerajaan) ini, sehingga jelas berbeda. Keberadaanya saat ini orientasinya untuk sektor pariwisata dan melestarikan sejarah dan budaya," tutur Barik.

"Kalau yang di Purworejo itu orientasinya untuk penipuan, bahkan makar. Pun kami juga telah terdaftar di Forum silaturahmi keraton nusantara," pungkasnya.[Wowkeren]
Komentar

Tampilkan

Terkini