-->

Iklan

Muhammad Sahuddin, Mahasiswa Aceh 'Pertama' Terbang dari China ke Tanah Rencong

31 Januari, 2020, 22.59 WIB Last Updated 2020-01-31T15:59:18Z
BANDA ACEH - Seorang mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Nanjing, China, Muhammad Sahuddin tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar Selasa (28/01/2020) sekitar pukul 10.45 WIB.

Kepulangan mahasiswa asal Abdya yang saat ini studi di Nanjing Normal Universtiy (NNU) ini, menyusul mewabahnya virus corona di Negeri Tirai Bambu pada akhir Desember 2019 kemarin.

Informasi yang dihimpun LintasAtjeh.com, Muhammad Sahuddin terbang dari Nanjing ke Kuala Lumpur International Airport, lalu terbang kembali ke Bandara SIM dengan menggunakan pesawat komersil. 

Kedatangan Sahuddin dijemput langsung tim dari Posko Dinas Sosial Aceh, bersama Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif, serta para petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Sahuddin mengatakan dirinya bersyukur bisa kembali ke Tanah Rencong dalam kondisi sehat dan selamat. Namun, dirinya bersedih hati, sebab masih ada 12 orang temannya yang berada di Kota Wuhan belum bisa kembali ke Aceh.

"Ketika meninggalkan Nanjing sedih, karena kawan-kawan yang masih ada di Wuhan tidak boleh keluar, ungkap Sahuddin.

Sahuddin menjelaskan, dirinya berstatus mahasiswa program Doktor (S3) di Fakultas Pendidikan Nanjing Normal University. Asal Pidie namun telah berdomisi di Aceh Barat Daya selama tujuh tahun dan bekerja sebagai guru di kabupaten setempat.

"Informasi yang saya akses di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, saat ini sudah masuk sekitar 70-an orang yang terinveksi virus corona di wilayah saya (Nanjing)," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif, menyebutkan bahwa pihaknya telah memeriksa kondisi kesehatan Sahuddin. Petugas menyatakan bahwa Sahuddin kembali dalam kondisi sehat, tidak terinveksi virus corona.

Meskipun demikian, terang Hanif lagi, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan komunikasi intensif dengan Sahuddin selama 28 hari ke depan, mengingat Sahuddin kembali dari negara yang terjangkit virus corona.

Ia menambahkan, dalam prosedur penanganan, apabila seseorang diperiksa tidak terdapat tanda-tanda sakit virus corona, maka hanya masuk dalam daftar orang yang diawasi, artinya bukan yang dirawat.

"Kalau ada tanda-tanda kurang sehat, demam, itu segera dilaporkan supaya dirawat dengan fasilitas kesehatan. Kita harapkan hal tersebut tidak akan terjadi," pungkasnya. [*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini