Iklan

Dampak Virus Corona, Harga Beberapa Bahan Pangan Naik

05 Maret, 2020, 10.44 WIB Last Updated 2020-03-05T03:44:48Z
Foto: Puti Aini Yasmin

LINTAS ATJEH | JAKARTA - Pemerintah menyatakan ada WNI positif virus corona beberapa waktu lalu. Ada dua warga negara Indonesia yang sudah terjangkit virus tersebut dan kini dirawat di RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kabar ini membuat masyarakat panik. Masyarakat langsung berbondong-bondong membeli bahan-bahan pokok dan perlengkapan kesehatan di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Fenomena ini disebut panic buying.

Fenomena panic buying di tengah hebohnya virus corona, juga terjadi pada beberapa bahan pangan. Akibatnya harga komoditas ini ikut melonjak tinggi seperti yang terjadi pada jahe merah.

Masyarakat begitu mengincar bahan pangan satu ini sebab diyakini ampuh menguatkan sistem imun tubuh sehingga virus corona tidak mudah masuk dalam tubuh. Harga jahe merah melonjak signifikan bahkan melebihi harga daging ayam di Jakarta yang rata-rata dihargai Rp 35.690/ekor. Untuk harga tertinggi Rp 45.000/ekor dan terendah Rp 28.000/ekor.

Berikut harga bahan pangan yang naik akibat corona:

1. Jahe merah sudah tembus hingga Rp 70.000/kg dari yang biasanya Rp 50.000/kg. Di beberapa pasar di Jakarya, harga jahe merah bahkan bisa mencapai Rp 90 ribu/kg.

2. Harga temulawak naik menjadi Rp 50 ribu/kg dari semula hanya Rp 15 ribu/kg.

3. Harga bawang bombai naik hingga Rp 160 ribu/kg dari harga awal hanya Rp 15 ribu/kg.

Diketahui harga sejumlah bahan makanan ini naik karena adanya kenaikan harga di Pasar Induk Kramat Jati.[Detik]
Komentar

Tampilkan

Terkini